Jelang Mudik Dilarang, Pulogebang Berangkatkan 22 Ribu Orang

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 17:02 WIB
Pihak terminal Pulogebang memprediksi lonjakan penumpang sesungguhnya akan terjadi mendekati larangan mudik diberlakukan pada 6 Mei. Ilustrasi. Mudik dari Terminal Pulogebang sebelum pandemi Covid-19. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan ribu penumpang bus meninggalkan ibu kota melalui Terminal Pulogebang, Jakarta Timur ke sejumlah daerah di Jawa jelang larangan mudik lebaran yang akan berlaku 6-17 Mei mendatang.

Sejak 1 April atau beberapa hari sejak dikeluarkannya larangan mudik, jumlah penumpang yang berangkat hingga 19 April tercatat ada 22.702 penumpang dengan total 3.492 bus keberangkatan. Rata-rata tujuan penumpang adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera.

Sementara itu, pada periode yang sama, Terminal Pulogebang juga mencatat ada 20.371 penumpang tiba dengan total 3.437 bus kedatangan.


Kepala Satuan Pelaksana Operasi Terminal Pulogebang Afif Muhroji mengatakan meski pemerintah telah mengumumkan larangan mudik, belum ada lonjakan penumpang di Terminal Pulogebang. Bahkan menurutnya, jumlah penumpang berangkat hingga pertengahan April ini justru mengalami penurunan.

"Tidak ada lonjakan, tapi malah turun jumlah penumpang keberangkatan. Menurun dibanding hari-hari sebelumnya di masa pandemik," kata Afif saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (20/4).

Namun demikian, dia memprediksi akan ada lonjakan penumpang mendekati larangan mudik diberlakukan.

"Kemungkinan sebelum tanggal 6 (Mei) tanggal 5 ke bawah (ada lonjakan)," ujar dia.

Lebih lanjut, Afif juga menjelaskan dalam forum-forum rapat yang digelar, Terminal Pulogebang diwacanakan akan tetap buka pada 6-17 Mei mendatang untuk mengakomodasi kelompok masyarakat yang mendapat pengecualian dalam larangan mudik.

"Baru wacana, tapi untuk aturan tertulisnya seperti Instruksi atau surat edaran dan lain-lain, belum kami terima," kata dia.

Pemerintah diketahui telah resmi melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas mudik lebaran 2021 pada 6 hingga 17 Mei 2021 demi mencegah penyebaran Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan angka penularan dan kematian Covid-19 masih tinggi terutama pasca libur panjang.

"Cuti bersama idulfitri satu hari ada, tapi enggak boleh ada aktivitas mudik. Pemberian bansos akan diberikan," kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (26/3).

(yoa/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK