UPDATE CORONA 20 APRIL 2021

Rangkuman Covid: Riau Kini Larang Mudik, Waswas Seperti India

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 18:50 WIB
Gubernur Riau Syamsuar kini melarang warganya melakukan mudik lokal. Sementara pemerintah berharap Indonesia tidak mengalami lonjakan Covid-19 seperti di India. Pejalan kaki melewati mural kampanye terkait penyebaran virus corona di Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa, 24 November 2020. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus corona di Indonesia belum berakhir hingga 20 April 2021. Hari ini tercatat kasus positif Covid-19 mencapai 1.614.849 orang di mana jumlah itu bertambah 5.549 dari hari sebelumnya.

Sejumlah kebijakan pemerintah terus dilakukan untuk mengatasi pandemi. Mulai dari program vaksinasi hingga larangan mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei.

Presiden RI Joko Widodo mengimbau masyarakat agar tetap waspada meskipun telah divaksin. Dia juga mewanti-wanti kasus positif Covid-19 melonjak lantaran libur panjang dalam beberapa waktu terakhir. Ia tak ingin hal itu terjadi pada musim libur Idulfitri kali ini.


Namun demikian, kebijakan larangan mudik itu sempat menuai polemik. Sebagian daerah tak melarang warganya untuk mudik. Padahal Pemerintah Pusat telah melarang aktivitas mudik di tengah pandemi.

Sejumlah peristiwa yang berkaitan dengan kasus Covid-19 juga terjadi di Indonesia. Di Yogyakarta misalnya, puluhan warga Gunung Kidul terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara, di Kulon Progo muncul klaster pesantren.

CNNIndonesia.com merangkum beberapa peristiwa terkait penanganan Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Berikut adalah rangkuman tersebut.

Riau Larang Mudik Lokal

Gubernur Riau Syamsuar melarang warganya melakukan mudik saat Lebaran mendatang. Larangan ini juga berlaku bagi warga yang berada di dalam wilayah provinsi Riau.

Kebijakan ini mengubah keputusan sebelumnya yang mengizinkan warganya melakukan mudik lokal. Kini semua warga Riau, baik yang berada di luar maupun dalam wilayah administrasi Riau tidak diperbolehkan mudik pada masa larangan mudik 6 Mei mendatang.

Kebijakan ini, menurut Syamsuar, tercantum dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Sultan Tak Larang Mudik

Berbeda dengan Riau, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak melarang warganya melakukan mudik ke Yogya sebelum 6 Mei. Menurutnya, selagi bisa menjalankan protokol kesehAtan 5 M, hal itu tidak menjadi masalah.

Sultan juga yakin operasi pemeriksaan di titik perbatasan yang menyasar pengguna kendaraan pribadi efektif menyaring pendatang yang tidak mengantongi syarat bepergian ke luar daerah.

Puluhan Warga Gunung Kidul Positif Covid

Pemerintah Daerah Gunung Kidul DIY mengkonfirmasi puluhan warganya positif Covid-19. Diketahui, puluhan kasus baru ini berasal dari dua klaster berbeda.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Dewi Irawaty mengatakan salah satu kasus Covid-19 merupakan klaster takziah di Girisuko, Panggang. Dari tempat ini, sebanyak 34 orang dinyatakan positif Covid-19.

"Di antaranya ada dua orang yang meninggal," kata Dewi.

Adapun klaster kedua muncul dari acara hajatan di Getas, Playen. Dari 44 orang yang di-swab, sebanyak 32 orang dinyatakan positif Covid-19.

Lurah Getas, Pamuji mengatakan klaster hajatan ini bermula dari 14 orang yang mengikuti acara hajatan di Jakarta.

Target Tim Vaksin Nusantara 2,5 Bulan

Tim penelitian Vaksin Nusantara menargetkan penelitian vaksin Covid-19 berbasis sel dendritik yang dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto selesai dalam 2,5 bulan.

Peneliti utama Vaksin Nusantara Kolonel Jonny mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus pada penelitian sel dendritik.

Jonny mengaku pihaknya belum membahas izin edar dan komersialisasi vaksin yang sempat menjadi polemik ini. persoalan timbul lantaran hasil uji klinik fase I vaksin Nusantara menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tak memenuhi standar Cara Uji Klinik yang Baik (CUKB) atau Good Clinical Practice (GCP).

"Tim peneliti konsentrasi pada penelitian, dan tidak mengetahui dan mengurus izin edar. Saya kira masih terlalu jauh ya untuk bicara apabila vaksin jadi dan diedarkan dan lain sebagainya, kami masih meneliti vaksin dendritik ini bagus atau tidak," tutur Jonny saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (20/4).

44 Santri Kulon Progo Positif Covid-19

Sebanyak 44 santri di Kulon Progo, DIY terkonfirmasi positif Covid-19. Puluhan santri tersebut berasal dari dua pesantren berbeda, yakni Pondok Pesantren Darul Karim di Bumirejo, Lendah dan Pondok Pesantren Nurul Quran di Hargorejo, Kokap.

Menurut Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati kasus positif paling banyak berasal dari pesantren Darul Karim. Di pesantren tersebut sebanyak 33 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Termasuk dalam 33 orang tersebut adalah pengasuh pesantren.

Menurut Bening, pada pekan ketiga dan keempat Maret lalu sempat ada kunjungan orang tua/wali santri.

Sementara, 11 kasus positif lainya berasal dari Pesantren Nurul Quran. Sebanyak 5 orang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengikuti tes swab PCR. Sementara, 8 orang lainnya terkonfirmasi dari tes SWAB Antigen. Beberapa santri di Nurul Quran diketahui sempat mengalami anosmia.

Menkes Tak Ingin Seperti India

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap Indonesia tidak mengalami lonjakan kasus Covid-19 sebagaimana yang dialami India dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Budi, peningkatan kasus di negara itu terjadi ketika vaksinasi Covid-19 berjalan lancar. Tren kasus penularan virus corona juga mengalami penurunan. Namun, masyarakat India lengah. Mereka mengendorkan pelaksanaan protokol kesehatan 3 M.

Budi menyebut keadaan di Indonesia sedang membaik. Tingkat keterisian ranjang rumah sakit rujukan Covid-19 mengalami penurunan. Penambahan kasus baru juga berkurang. Meski demikian Budi meminta masyarakat tetap waspada akan penularan Covid-19. Ia meminta agar protokol kesehatan 3 M tetap dilakukan.

"Kalau itu bisa kita tetap jalankan, Insyaallah di masa Ramadan ini dan Idulfitri kita tidak usah mengalami seperti yang ada di India," tutur Budi.

Selain Menkes Budi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy juga ikut waswas atas kondisi lonjakan eksponensial kasus Covid-19 yang melanda India. Saat ini pemerintah tengah waspada agar kasus serupa tidak terjadi di Indonesia.

Infografis Jejak Kebijakan Setahun PandemiInfografis Jejak Kebijakan Setahun Pandemi. (CNN Indonesia/Fajrian)
(iam/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK