DKI Perpanjang PPKM Mikro, RT Zona Merah Berlaku Jam Malam

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 12:25 WIB
Dalam pelaksanaan perpanjangan PPKM Mikro, Gubernur DKI Anies memberi instruksi mengenai jam malam bagi RT berstatus zona merah. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) skala mikro sejak Selasa (20/4) hingga 3 Mei 2021. Dalam pelaksanaannya, Pemprov mengatur mengenai jam malam bagi RT berstatus zona merah.

Aturan tersebut tercantum dalam Instruksi Gubernur Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Masa PPKM Mikro di tingkat Rukun Tetangga. Instruksi itu ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 19 April 2021.

Dalam beleid tersebut menyatakan, RT yang masuk kriteria zona merah harus melakukan sejumlah skenario pengendalian, termasuk menerapkan jam malam. Adapun, kriteria zona merah yakni, apabila dalam satu RT terdapat lebih dari lima rumah dengan kasus positif Covid-19 selama tujuh hari terakhir.


"Membatasi keluar masuk wilayah Rukun Tetangga maksimal hingga pukul 20.00 WIB," demikian bunyi Ingub tersebut, sebagaimana dikutip Rabu (21/4).

Selain menerapkan jam malam, RT zona merah juga harus menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, melakukan isolasi mandiri atau terpusat dengan pengawasan.

Kemudian, membatasi kegiatan di rumah ibadah dengan protokol kesehatan, menutup tempat bermain anak dan tempat umum kecuali sektor esensial, melarang kerumunan lebih dari tiga orang. Serta yang terakhir meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi penularan.

Jakarta memperpanjang PPKM skala mikro, karena belakangan jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta kembali meningkat dalam dua pekan terakhir ini. Terkini, kasus aktif di Jakarta mencapai 6.924 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, angka tersebut meningkat cukup tinggi dibanding dua pekan sebelumnya atau 5 April dengan jumlah 6.075 kasus aktif.

"Ini mulai meningkat lagi. Saya ingatkan warga DKI bahwa 3M termasuk menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi sangat penting. Karena, pengalaman kita tahun lalu dan akhir minggu ini, menunjukkan aktivitas penduduk sudah meningkat dan angka sudah bergerak naik," kata Widyastuti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/4).

Meskipun kasus aktif mengalami kenaikan, Widyastuti memastikan penyebaran virus corona di Ibu Kota masih terkendali. Salah satunya yakni melihat indikator ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di sejumlah rumah sakit rujukan Jakarta mengalami penurunan.

Berdasarkan data Dinkes, sampai dengan 18 April persentase keterisian tempat tidur isolasi sebesar 38 persen atau 2.691 dari 7.087 tempat tidur yang tersedia.

Kemudian kapasitas ICU dari total 1.056 hanya terisi 500 pasien atau sekitar 47 persen.

(dmi/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK