Corona India Melonjak, Standar Prokes Bandara RI Tak Berubah

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 13:39 WIB
Satgas masih berpedoman pada surat edaran no. 8 tahun 2021 tentang protokol kesehatan perjalanan internasional dalam menghadapi ancaman lonjakan kasus di India. Ilustrasi WNA masuk Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menegaskan protokol perjalanan Internasional di bandara tidak berubah meskipun terjadi mutasi virus corona hingga lonjakan kasus covid-19 di India beberapa pekan terakhir.

Protokol itu masih berpedoman pada Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Pemerintah menerapkan screening ketat pelaku perjalanan internasional sesuai yang diatur dalam SE Satgas No 8 Tahun 2021," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/4).


Wiku mengatakan sejauh ini belum ada bahasan apakah akan ada penghentian secara penuh kedatangan Warga Negara Asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri untuk merespons potensi lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di India dan beberapa negara lain.

Sebab saat ini diketahui masih ada pengecualian pendatang masuk ke dalam negeri. Mereka yang diperbolehkan memasuki Indonesia, yakni keseluruhan WNI yang mematuhi protokol kesehatan, dan WNA yang sesuai kriteria yang telah ditentukan pemerintah.

"Jawaban saya tetap sama," kata dia.

Untuk aturannya, para pendatang dari luar negeri wajib menunjukkan hasil negatif melalui tes PCR tes swab di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.

Selanjutnya, pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang PCR tes swab bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 5 x 24 jam. Setelah itu kembali dilakukan PCR tes swab untuk kedua kalinya.

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan bahwa mutasi virus corona perlu waktu dan kesempatan. Mutasi virus yang disebut lebih mudah menular menurut Wiku belum tentu diakibatkan oleh sifat virus. Namun, penularan itu bisa saja mudah terjadi karena ada kontak antar orang.

"Kalau ada imported case yang diduga tanpa bukti bisa menular lebih cepat, namun kalau faktor jaga jarak efektif menekan penularan. Apakah akan ada lonjakan kasus? kalau di perbatasan dikontrol ketat, apa ada yang bisa lolos? bisa saja, tapi kecil," pungkasnya.

(khr/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK