14 Mahasiswa STMM Yogyakarta Positif Covid, 2 Telanjur Mudik

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 13:37 WIB
Dua mahasiswa STMM MMTC Yogyakarta yang dinyatakan positif virus corona sudah telanjur mudik ke Salatiga dan DKI Jakarta. Sebanyak 14 mahasiswa STMM Yogyakarta positif Covid-19, 2 orang di antaranya telanjur mudik ke kampung halaman masing-masing. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 14 mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) MMTC Yogyakarta, Mlati, Sleman, dinyatakan positif terpapar Covid-19. Dua di antara mereka bahkan sudah terlanjur pulang kampung ke daerah asal masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan kasus pertama terdeteksi pada 28 April lalu. Saat itu terdapat seorang mahasiswa mengalami gejala mirip terpapar Covid-19 berupa anosmia atau hilang indera penciuman.

Mahasiswa tersebut lantas menjalani tes antigen dan dinyatakan positif Covid-19. Beberapa mahasiswa lain kemudian melakukan tes antigen juga.


"Mereka itu sempat praktik syuting bikin film bersama," kata Joko saat ditemui di Kantor Bupati Sleman, Selasa (4/5).

Joko mengatakan tujuh mahasiswa lain dinyatakan positif Covid-19 usai tes tersebut. Laporan ini masuk ke Puskesmas Mlati 1 untuk selanjutnya dilakukan tracing dan ditemukan sejumlah pemilik riwayat kontak erat.

"Ternyata hasil tracing itu yang diperiksa hari Sabtu kemarin kan enam orang. Dari enam itu empat di antaranya positif, jadi 12 kasus," ujarnya.

Menurut Joko, tracing berlanjut hingga akhirnya mendapati dua orang anggota keluarga dari dua mahasiswa tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, kata Joko, dua mahasiswa lain telah kembali ke kampung halamannya di luar DIY. Merasa memiliki riwayat kontak erat dengan para pasien, keduanya menjalani tes antigen dan hasilnya positif Covid-19.

Ia mengatakan dua mahasiswa tersebut terlanjur pulang kampung sebelum mengetahui rekan-rekan mereka positif Covid-19.

"Ternyata ada yang periksa mandiri itu yang sudah pulang ke Salatiga sama Bekasi, ternyata periksa di sana juga positif. Dinyatakan positif di sana. Kemudian untuk tracing kontak erat di sana kita cross notifikasi ke pihak Dinkes Bekasi atau Salatiga," ujarnya.

"Jadi total 16 orang, yang dua di luar kota. Lalu dari 14 itu dua bukan mahasiswa tapi orang tua mahasiswa. Ada satu mahasiswa yang dirawat di rumah sakit. Ini data per kemarin," kata mantan Dirut RSUD Sleman itu menambahkan.

Joko menuturkan hingga saat ini proses penelusuran kontak masih berlanjut. Ia mengaku pihaknya mengalami kendala lantaran beberapa mahasiswa yang kurang kooperatif.

"Jujur, puskesmas agak kesulitan mencari kontak eratnya. Karena beberapa di antaranya itu tinggal di kost, dihubungi susah. Sudah dikirimi google form itu untuk kepentingan pelacakan, tidak ada yang kembali," ujarnya.

Maka dari itu pihaknya meminta peran aktif dari kampus untuk menghubungi para mahasiswa terkonfirmasi Covid-19 tersebut.

Kampus MMTC telah ditutup sejak Sabtu, 1 Mei 2021 kemarin guna mengantisipasi meluasnya penularan virus corona.

"Yang dipakai untuk aktivitas mahasiswa atau kegiatan perkantoran ya sementara ditutup lima hari dari hari Sabtu. Sebetulnya memang aktivitas mahasiswa itu belum banyak. Cuma memang perkantoran jalan terus," kata Joko.

(kum/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK