Debat Saat Rapat, Anggota DPRD Takalar Dipukul Double Stick

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 14:14 WIB
Politikus PDIP diduga menganiaya dua anggota DPRD Takalar dari PBB dan PAN menggunakan double stick. Korban mengalami luka di bagian kepala dan lengan. Foto ilustrasi pemukulan. (Istockphoto/stevanovicigor)
Makassar, CNN Indonesia --

Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menjadi korban penganiayaan oleh sesama anggota Dewan. Kericuhan terjadi saat rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) di Ruang Badan Musyawarah DPRD, Senin (3/5).

Saat terjadi perdebatan, tiba-tiba Ketua Badan Kehormatan DPRD Takalar Andi Noor Zaelan mengeluarkan double stick dari pinggangnya. Politikus PDIP itu langsung menghantam anggota Fraksi PBB Johan Nojeng dan anggota Fraksi PAN Bakri Sewang.

Akibat hantaman tersebut, kedua korban mengalami luka robek di bagian kepala dan luka memar di bagian lengan. Keduanya pun harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Padjonga Dg Ngalle Takalar.


Kasubag Humas Polres Takalar AKP Zeim Arman mengatakan atas kejadian itu mereka melaporkan kasus penganiayaan. Saat ini Polres Takalar masih mendalami kasus tersebut.

"Kedua belah pihak saling melapor bahwa terjadi penganiayaan saat rapat di kantor DPRD," kata Zeim, Selasa (4/5).

Zeim mengatakan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Takalar tengah meminta keterangan baik terhadap pelapor maupun saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian.

"Pelapor dan saksi sementara ini masih dimintai keterangan. Tapi yang jelasnya setiap laporan masuk itu pasti kami akan tindaklanjuti," imbuhnya.

(mir/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK