Varian B1351 Diduga Turunkan Efektivitas Vaksin di Afsel

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 13:44 WIB
Kemenkes mengungkap varian corona B1351 yang sudah masuk ke Indonesia diduga menurunkan efektivitas vaksin di Afrika Selatan. Ilustrasi. Kemenkes mengungkap varian corona B1351 diduga menurunkan efektivitas vaksin di Afrika Selatan. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini muncul beberapa dugaan yang menyebut mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1351 berpengaruh terhadap penurunan efektivitas vaksin virus corona.

Dugaan itu muncul usai varian B1351 ditemukan pertama kali di Afrika Selatan yang kemudian mendapat perhatian khusus oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) selain varian B117 (Inggris) dan B1128/P1 (Brasil).

"Sementara B1351 itu diduga menyebabkan penurunan efektivitas vaksin di Afrika Selatan," kata Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (4/5).


Kendati demikian, Nadia memastikan bahwa eksistensi vaksin tetap memberikan tujuan positif dalam mengendalikan pandemi virus corona. Adapun dengan kondisi global saat ini, Nadia menyatakan pihaknya terus berupaya mengakselerasi program vaksin nasional, sebelum lebih banyak lagi mutasi virus corona yang berkembang.

Target program vaksinasi nasional sendiri diketahui 12 bulan atau rampung pada Desember 2021 mendatang sesuai mandat Presiden Joko Widodo.

Program vaksinasi akan menyasar sebanyak 181.554.465 penduduk Indonesia untuk mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

"Kita mengupayakan agar vaksinasi ini bisa segera kita lakukan, sebelum si virus tadi bermutasi," jelas Nadia.

Nadia sebelumnya mengonfirmasi telah ditemukan satu kasus varian B1351 di Bali. Kasus itu terungkap melalui hasil penelitian dengan metode Whole Genome Sequence (WGS) yang dilakukan secara berkala.

Sampel spesimen temuan kasus B1351 itu diketahui diambil dari seorang warga pada 25 Januari 2021. Warga yang diketahui merupakan pria berusia 48 tahun itu telah meninggal dunia sejak 16 Februari lalu.

(khr/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK