Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anak pengemudi ojek online di Yogyakarta baru-baru ini meninggal usai memakan sate kiriman dari wanita misterius yang belakangan diketahui sate tersebut mengandung racun sianida.
Wanita pengirim sate yang kemudian menjadi tersangka itu ternyata hendak membalas dendam pada mantan kekasihnya. Namun salah sasaran.
Sianida sendiri merupakan senyawa insektisida dan pestisida. Bau sianida mirip almond. Senyawa ini memiliki turunan zat berbahaya antara lain, potasium sianida, hidrogen sianida, sodium sianida, dan klorida sianida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban yang keracunan sianida merasakan gejala antara lain, kesulitan bernapas, kejang, hilang kesadaran, hingga jantung berhenti. Orang yang mengkonsumsi sianida akan mengalami kerusakan organ dalam.
Turunan senyawa Sianida disebut mudah didapatkan di Indonesia. Sebab, zat ini kerap digunakan dalam beberapa bidang kerja, seperti pertambangan, electroplating, dan fotografi.
Pembunuhan menggunakan racun sianida ini telah terjadi berulangkali di Indonesia. CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah kasus sebagai berikut:
Pembunuhan Wayan Mirna Salihin
Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin menjadi bahan pemberitaan media massa sepanjang 2016.
Mirna meninggal setelah meminum es kopi Vietnam saat bertemu dua rekannya, Jessica Kumala Wongso dan Hani di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta pada 6 Januari 2016.
Mirna mengejang benerapa saat setelah meminum kopi. Dalam reka adegan yang dilakukan saat prarekonstruksi, Hani mengatakan Mirna berulang kali mengucapkan "It's awful, it's so bad."
Berdasarkan hasil otopsi, ditemukan kandungan sianida dalam lambung Mirna. Jejak sianida juga ditemukan dalam kopi yang telah dipesan Jessica terlebih dahulu.
Hasil uji laboratorium forensik Polri mengungkap es kopi Vietnam yang diteguk Mirna mengandung tiga gram sianida. Dosis ini bisa membuat lima orang sekaligus tewas.
Polisi lantas menetapkan Jessica sebagai tersangka. Ia ditangkap di Hotel Neo, di kawasan Mangga Dua pada Sabtu, 30 Januari 2016.
Pembunuhan Padepokan Satrio Aji
Pada tahun yang sama, tindak pembunuhan dengan racun sianida juga dilakukan oleh seorang pimpinan Padepokan Satrio Aji, Anton alias Aji di Kota Depok.
Anton diketahui membunuh dua orang tamunya bernama Shendy dan Ahmad Sanusi.
Seperti halnya kasus pembunuhan Mirna, Anton juga membubuhkan potasium sianida (KCN) dalam kopi yang ia suguhkan kepada Shendy dan Sanusi.
Saat itu, kedua korban hendak melihat penggandaan uang di Tangerang. Anton lantas membeli potasium sianida dari Pacitan dan merencanakan pembunuhan itu sejak beberapa hari sebelumnya.
Anton melakukan tindakan ini dengan motif ingin menguasai mobil Toyota Avanza milik Shendy. Jenazah kedua korban kemudian dibuang di dua lokasi di Kota Depok.
Berlanjut di halaman berikutnya ....
Sate Beracun
Tersangka pengirim sate beracun di Yogyakarta. (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Kasus Takjil Maut Yogyakarta
Terbaru, seorang bocah berusia 8 tahun berinisial NF di Bantul, Yogyakarta meregang nyawa setelah keracunan takjil pada 25 April lalu.
NF meninggal setelah memakan sate bumbu yang dibawa oleh ayahnya, Bandiman (36).
Peristiwa tersebut terjadi setelah perempuan berinisial NA (25) asal Majalengka mengirimkan sate bumbu kepada mantan pacarnya, seorang anggota kepolisian berpangkat Aiptu.
Oleh NA, bumbu sate tersebut tekah dibubuhi senyawa kalium sianida (KaCN).
NA lantas meminta bantuan Bandiman yang bekerja sebagai driver ojek online. Ia mmeinta agar Bandiman mengantarkan sebungkus sate bumbu ke alamat yang ia berikan.
"Karena offline, maka menggunakan tarif jarak, Rp25 ribu tapi dikasih Rp30 ribu. Kemudian dikasih nomor telepon, tapi bilang ketika nanti ditanya ini nanti dari Pak Hamid. Pak Hamid Pakualaman," kata Kapolsek Sewon Kompol Suyanto.
Lantaran orang yang dituju sedang ke luar kota dan pihak keluarga di rumah tidak mau menerima, Bandiman lantas membawa bingkisan berisi sate itu ke rumah. Hal ini atas permintaan istri laki-laki yang disasar.
Bandimam menyantap sate maut itu bersama kedua anak dan istrinya. Bandiman dan satu anaknya hanya memakan sate tanpa bumbu. Sementara, istrinya dan anaknya, NF memakan sate dengan bumbu.
NF lantas meregang nyawa karena keracunan sementara istrinya menjalani perawatan medis.
Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, polisi kemudian menetapkan NA sebagai tersangka. Selain NA, polisi juga akan memeriksa R, orang yang menyarankan NA untuk menggunakan sianida.
Menurut polisi, NA melakukan upaya pembunuhan berencana itu karena sakit hati ditinggal menikah oleh polisi yang diketahui bernama Tomi.