Klaster Pernikahan Sekadau: 112 Warga Positif, 3 Meninggal

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 13:58 WIB
Pernikahan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat berbuntut infeksi virus corona ke 112 warga dan tiga orang di antaranya meninggal dunia. Ilustrasi. Pemakaman pasien Covid-19. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 112 warga Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat dinyatakan terinfeksi virus corona (SARS-CoV-2) buntut dari acara pernikahan yang digelar warga setempat di sebuah barak perkebunan kelapa sawit di Desa Tapang Semadak pada April lalu. Dari jumlah itu, tiga orang di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius menyebut temuan ratusan warga terinfeksi Covid-19 itu didapat dari penelusuran kontak di tiga desa, yakni Desa Tapang Semadak, Merapi, dan Engkersik.

"Kita tracing satu desa menjadi 112 orang yang positif Covid-19, dan itu bukan satu desa. Yang jelas itu kan ada beberapa yang hadir, jadi desa-desa lain juga kita tracing, ada sekitar tiga desa," kata Henry saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (5/5).

Henry menjelaskan, temuan klaster pernikahan berawal saat 10 April lalu dua anggota keluarga dari pihak penyelenggara mengeluhkan gejala Covid-19, yakni anosmia alias gangguan penciuman pada indera pembauan.


Selanjutnya, dua orang itu memeriksakan diri ke Puskesmas, setelah dilakukan rapid test antigen dan dilanjutkan PCR swab, keduanya dinyatakan positif Covid-19. Merespons temuan tersebut, Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat langsung melakukan penelusuran kontak atau contact tracing ke sekitar 90 orang pada 12 April.

"Kita ambil semua peserta undangannya, seluruh kampung itu di-tracing awal 90 orang, ketemu sekitar 50-an orang yang positif Covid-19," terang dia.

Dari temuan itu, seluruh warga yang positif menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau untuk yang bergejala sedang-berat, sementara yang bergejala ringan dan tanpa gejala dirawat di rumah singgah covid-19 Kabupaten Sekadau.

Henry melanjutkan, Dinkes dan Puskesmas kembali melakukan penelusuran kontak hingga 22 April. Sehingga total warga yang diperiksa di tiga desa itu lebih dari 420 orang. Dari hasil tracing itu, ditemukan 112 orang terpapar Covid-19 dan tiga orang di antaranya meninggal dunia.

"Tiga warga yang meninggal itu warga undangan peserta pernikahan," jelas Henry.

Infografis Jejak Setahun Virus Corona Menginfeksi DuniaInfografis Jejak Setahun Virus Corona Menginfeksi Dunia. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

Lebih lanjut, Henry mengungkapan mayoritas warga kini dipulangkan usai dinyatakan bebas dari Covid-19 baik melalui pemeriksaan rapid test antigen dan PCR. Atas segala temuan tersebut, dia mengatakan pihaknya telah memperketat akses keluar-masuk tiga desa di Kabupaten Sekadau.

Dia menambahkan, pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro pun khusus diterapkan di Desa Tapang Semadak, Merapi, dan Engkersik sejak 12 April lalu hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

"Kemudian kita lakukan disinfektasi daerahnya, kita juga lakukan penyuluhan dan pemberlakuan khusus di desa-desa itu," pungkas Henry.

(khr/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK