Lika-Liku Sejarah Berdirinya Monas

tim, CNN Indonesia | Selasa, 22/06/2021 13:00 WIB
Monumen Nasional atau Monas merupakan tugu ikonis. Sejarah berdirinya Monas berawal dari ambisi Presiden Soekarno pada 1960. Monumen Nasional atau Monas merupakan tugu ikonis. Sejarah berdirinya Monas berawal dari ambisi Presiden Soekarno pada 1960. (Foto: ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/mes/14)
Jakarta, CNN Indonesia --

Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan Monas merupakan salah satu tugu bersejarah yang menjadi bukti perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajah.

Tugu Monas saat ini berdiri kokoh di Lapangan Merdeka yang terletak di jantung ibu kota DKI Jakarta. Sejarah berdirinya Monas berawal dari ambisi Presiden Soekarno yang ingin menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia. Ide mendirikan Monas tercetus pada pada tahun 1960.

Rancangan Pembangunan Monas

Pertunjukan perdana video mapping di Tugu Monas, Jakarta, Senin, 13 Agustus 2018. Dalam rangka menyambut Asian Games dan Hari Kemerdekaan Indonesia, Pemprov DKI Jakarta menggelar atraksi video mapping di Monumen Nasional mulai 17 Agustus sampai 2 September. CNN Indonesia/Andry NovelinoSejarah berdirinya Monas berawal dari ide Presiden Soekarno pada tahun 1960. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

Presiden Soekarno menggelar sayembara rancangan pembangunan Monas. Sayembara ini berhasil menarik banyak peserta untuk menyumbangkan hasil karya.


Namun,hanya ada satu karya yang dipilih Presiden Soekarno yaitu rancangan milik Frederich Silaban. Presiden Soekarno menyebut rancangan Frederich memenuhi kriteria.

Soekarno sempat meminta keinginan khusus agar Monas berbentuk Lingga dan Yoni yang berasal dari Sanskerta. Sayangnya, model yang diinginkan Soekarno itu membutuhkan biaya besar sehingga pembangunan Monas pun sempat ditunda.

Biaya yang besar membuat rencana pembangunan Monas menuai kontroversi dan kritik. Pasalnya, saat itu kondisi keuangan negara sedang tidak stabil.

Upaya Presiden Soekarno untuk mewujudkan keinginannya itu akhirnya berhasil berkat bantuan dana dari pemerintah dan sumbangan sejumlah pihak termasuk para pengusaha.

Presiden Soekarno meminta bantuan arsitek RM Soedarsono untuk melanjutkan rancangan Frederich yang tertunda.

RM Soedarsono menambahkan angka 17, 8, dan 45 yang melambangkan Hari Kemerdekaan Indonesia yakni 17 Agustus 1945 dalam rancangan Monas.

Pembangunan Monas Tahap I

Monas (Monumen Nasional) merupakan bangunan penyatuan Lingga dan Yoni yang merupakan ritus purba seksual, Persetubuhan Suci (The Sacred Sextum). Ini adalah simbol ritual tertinggi dari para Ksatria Templar dan Freemasonry.CNN Indonesia/Andry NovelinoMonas merupakan tugu penyatuan Lingga dan Yoni yang merupakan ritus purba seksual. Sejarah Monas berawal pada ide Presiden Soekarno pada 1960.CNN Indonesia/Andry Novelino(Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

Pada 17 Agustus 1961, pembangunan tahap pertama Monas mulai dilakukan dengan mengambil perencanaan, konstruksi hingga material dari dalam negeri.

Pada tahap pertama pembangunan dimulai dengan menancapkan pasak beton yang berjumlah 284 sebagai fondasi. Pembangunan fondasi dan dinding berlangsung hingga 1963.

Pembangunan Monas Tahap II

Pada 1966 hingga 1968, pembangunan tahap kedua Tugu Monas kembali berlangsung untuk melengkapi tahapan sebelumnya.

Namun, pembangunan kedua sempat tertunda karena adanya Gerakan 30 September dan kembali dilanjutkan pada 1969-1976.

Pembangunan Monas Tahap Akhir

Pada tahap akhir yang dilakukan pada 1969-1976 pembangunan dilanjutkan dengan menambahkan diorama hingga museum bersejarah.

Setelah seluruh pembangunan Monas rampung, Presiden Soekarno meresmikannya pada 12 Juli 1975 dan mulai dibuka untuk umum.

Lambang Monas

Foto aerial Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas di Jakarta Pusat, Selasa (2/6). Berdasarkan riset Urban Land Institute yang merangkum 400 responden antara lain investor dan bankir se-Asia, Jakarta menduduki peringkat kedua setelah Tokyo, Jepang, sebagai Setiap bagian Monas memiliki makna dan filosofi tersendiri. Sejarah Monas diawali dengan ide dan ambisi Presiden Soekarno. (Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Sejarah berdirinya Monas yang berbentuk Lingga Yoni ini memiliki filosofi tersendiri. Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lingga berarti pilar cahaya dan Yoni adalah energi sakti yang memberi kekuatan.

Dilandasi dari simbol Lingga dan Yoni, bagian tugu Monas ini pun dilapisi emas murni seberat 50 kg yang menyerupai lidah api kemerdekaan. Terdapat pula pelataran cawan yang terletak di bawah tugu.

Kedua simbol Sanskerta tersebut berpadu melambangkan kesuburan dan keharmonisan Indonesia.

Kawasan Monas dilengkapi beberapa bangunan pendukung seperti akses pintu masuk, terowongan, ruangan kemerdekaan, aneka relief hingga pelataran puncak tugu.

Monas juga dilengkapi dengan Museum Sejarah sebagai ruang arsip dari rangkaian sejarah kemerdekaan Indonesia yang bisa dilihat oleh masyarakat umum.

Lika-liku sejarah berdirinya Monas bisa dilihat dari museum ini. Lokasi Monumen Nasional yang terletak di area Lapangan Merdeka ini kini menjadi ikon ibu kota DKI Jakarta. Setiap orang bisa berwisata dan berfoto di tugu Monas.

(avd/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK