Sejumlah Anggota DPRD Surabaya Dikabarkan Positif Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 01:10 WIB
Belasan anggota DPRD Kota Surabaya dikabarkan positif terinfeksi virus corona. Salah satu yang terpapar merupakan anggota Fraksi PDIP. Belasan anggota DPRD Kota Surabaya dikabarkan positif terinfeksi virus corona. Salah satu yang terpapar merupakan anggota Fraksi PDIP. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Belasan anggota DPRD Kota Surabaya dikabarkan positif terinfeksi virus corona. Salah satu yang terpapar merupakan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi C DPRD Surabaya yang juga Ketua Fraksi PDIP membenarkan hal itu. Ia menyebut, rekan satu partainya yakni Abdul Ghoni dinyatakan positif Covid-19.

"Jadi, yang saya tahu itu anggota Komisi C dari Fraksi PDI Perjuangan, yang lain saya belum cek," kata Baktiono, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/6).


Ia mengatakan dirinya dan Abdul Ghoni sebenarnya sempat terlibat dalam satu kegiatan yang sama. Yakni ziarah ke makam Presiden Sukarno di Blitar, pada Sabtu (5/6). Keduanya bahkan berada dalam satu mobil.

Acara itu, kata Baktiono juga diikuti oleh 130-an orang. Mereka terdiri dari Anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya serta sejumlah Pengurus Anak Cabang DPC PDIP Surabaya.

Dalam kegiatan itu, rombongan terbagi dalam dua jenis kendaraan. Ada yang menggunakan mobil pribadi dan ada yang menggunakan bus.

Sepulang acara itu, Abdul Ghoni lalu mengeluh tak enak badan. Ia kemudian menjalani tes swab PCR. Dan hasilnya menunjukkan bahwa yang bersangkutan positif Covid-19.

Mengetahui salah satu rekannya positif Covid-19, Baktiono dan sejumlah rombongan lainnya kemudian memutuskan untuk memeriksakan diri dan melakukan tes swab.

Hasilnya, ia dan salah satu rekannya yang lain yakni Sukadar, ternyata dinyatakan negatif. Sementara hasil swab rombongan lainnya, Baktiono mengaku belum mengetahui datanya dengan pasti.

"Saudara Abdul Ghoni baru menyampaikan kalau hasil tesnya positif. Saya dan Sukadar langsung swab, kemarin hasilnya negatif," ucapnya.

Karena hasil swabnya negatif meski berada satu mobil dengan Abdul Ghoni, Baktiono pun yakin bahwa penularan ditengarai bukan berasal dari kegiatan ziarah ke Makam Bung Karno. Ia menduga penularan terjadi di kesempatan yang berbeda.

"Itu masih belum tahu, tidak langsung serta merta terkena di sana. Saya satu mobil [saat ziarah ke Makam Bung Karno] dengan Abdul Ghoni tapi dinyatakan negatif," kata dia.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni yang juga anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni juga membenarkan ada beberapa koleganya terpapar Covid-19. Namun ia tak mau menyebutkan jumlah pastinya.

"Yang pasti memang ada kolega kami, berdasarkan hasil swab positif, tetapi itu dari pengakuan yang bersangkutan," kata dia.

Namun, untuk kepastian siapa saja yang terpapar dan dari mana sumber penularannya, pihaknya masih menunggu hasil resmi dari Dinas Kesehatan Surabaya.

"Memang aktivitas kami bertemu dengan siapapun dengan lapisan mana pun. Mungkin saja imun tubuhnya menurun kemudian terpapar dan menular yang lain," ujar dia.

Fathoni memastikan selama kegiatan di kantornya, pihaknya selalu menerapkan aturan protokol kesehatan. Kantor dewan dan tiap ruangan juga secara rutin didisinfeksi.

"Prokes ketat mulai dari memakai masker hingga tamu yang diundang hanya 25 persen dari kapasitas, rapat juga dilaksanakan secara daring, dan WFH," ujarnya.

(frd/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK