Malaysia Deportasi 7.200 WNI, Pemerintah Waspada Penumpukan

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 19:55 WIB
Kemenko PMK mengungkap pemerintah Malaysia akan mendeportasi 7.200 WNI imbas penerapan lockdwon. Pemerintah prioritas kelompok rentan. Ilustrasi. Malaysia bakal mendeportasi 7.200 WNI imbas penerapan lockdown. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengungkapkan bahwa pemerintah Malaysia akan mendeportasi sebanyak 7.200 Warga Negara Indonesia (WNI) imbas penerapan lockdown di negeri jiran.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri dalam rapat koordinasi yang diikuti oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kemenkes, Kemenkumham, Kemensos, BNPB, pada Kamis (10/6).

"Antisipasi kepulangan ini harus kita lakukan bersama-sama. Kita harus berhati-hati. Masalah ini tidak mudah," kata Femmy dikutip CNNIndonesia.com dari situs resmi Kemenko PMK, Jumat (11/6).


Ribuan orang itu merupakan WNI yang terdiri dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias TKI, baik yang memiliki dokumen izin tinggal maupun tidak, serta WNI deportan.

Dari 7.200 orang tersebut, terdapat 300 orang yang termasuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Femme melanjutkan, pemerintah juga telah melakukan antisipasi kepulangan WNI dari Malaysia, yakni menyiapkan titik-titik kepulangan WNI di Bandara Soekarno-Hatta agar tidak menumpuk dan mencegah penularan virus corona.

Pemerintah menurutnya juga telah menyediakan fasilitas skrining covid-19 swab test PCR untuk memastikan WNI yang pulang aman dari Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi tempat karantina bagi WNI sebelum dipulangkan, yakni di Wisma Atlet. WNI juga mendapat pendampingan hingga ke daerah asal.


Lebih lanjut, Femmy menyebut pemerintah akan mendahulukan kepulangan WNI kelompok rentan. Sebanyak 300 orang WNI yang termasuk kelompok rentan ini akan dipulangkan tanggal 24 Juni.

"Kita mohon semua kementerian/lembaga dapat memberikan dukungannya sampai dengan mereka sampai tujuan rumahnya. Apalagi banyak kelompok rentan ini, ada lansianya, perempuannya. Mudah-mudahan 300 orang ini bisa kita pulangkan lebih dahulu dalam kondisi yang baik," pungkasnya.

Malaysia diketahui tengah mengalami kenaikan kasus covid-19 yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Bahkan, Pemerintah Malaysia disebut tengah merencanakan perpanjangan lockdown karena kasus harian Covid-19 belum di bawah 4.000 dan angka kematian tetap tinggi.

Pada Kamis (10/6), Malaysia mencatat kasus harian sebanyak 5.671, sehingga total kasus Covid-19 mencapai 639.562. Sementara itu, angka kematian bertambah 23 menjadi total 3.684.

(khr/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK