Anies Akui Covid DKI Hari Ini Tertinggi Selama Pandemi

CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 22:12 WIB
DKI Jakarta mencatat tambahan kasus harian 4.737 pada Jumat (18/7). Anies Baswedan menyebutnya angka tertinggi selama pandemi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan kepada media usai mengikuti apel bersama Penegakan Pendisiplinan PPKM Berskala Micro TA 2021 di Jakarta, Minggu (13/6/2021). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut penambahan kasus harian Covid-19 di Ibu Kota hari ini merupakan angka tertinggi sejak pandemi melanda Indonesia.

Hal itu disampaikan Anies saat memberi sambutan dalam apel gabungan dengan ribuan prajurit dari unsur TNI, kepolisian, dan Satpol PP di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/6).

"Laporan hari ini, jumlah kasus positif merupakan angka rekor tertinggi selama masa pandemi 1,5 tahun," ujar Anies.


DKI Jakarta kembali mencatat rekor penambahan kasus positif harian sebanyak 4.737 kasus pada Jumat (18/7). Kasus tersebut merupakan yang terbanyak dari sehari sebelumnya sebanyak 4.144 kasus.

Dengan penambahan itu, ia menyebut laju penyebaran pandemi di Ibu Kota dalam situasi yang amat mengkhawatirkan. Ia meminta jajarannya kembali terjun ke lapangan mengawasi potensi penyebaran di tengah masyarakat.

Anies menyatakan pihaknya akan bekerja ekstra untuk memastikan masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai dari penggunaan masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.

"Tugas kita semua adalah mengampanyekan, mengingatkan, mendisiplinkan," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode pertama Presiden Jokowi itu.

Mulai malam ini, kata Anies, pihaknya akan menegakkan aturan protokol kesehatan tanpa kompromi. Ia menyatakan akan menindak tegas setiap kegiatan atau usaha yang melebihi batas maksimal di atas pukul 21.00 WIB.

Selain itu, Anies mengklaim pihaknya telah melampaui target 100 ribu vaksinasi dalam sehari, menyusul target 7,5 juta warga yang harus divaksin sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

"Alhamdulillah, mulai kemarin angka ini sudah tercapai," ujar Anies dalam keterangannya, Jumat (18/6).

Mengutip data Kemenkes, per Kamis (17/6), kata Anies, sebanyak 102.548 warga di ibu kota telah menjalani vaksinasi pada Kamis (18/6). Jumlah tersebut telah dikurangi 5.000 sisanya yang dinilai tak memenuhi syarat untuk disuntik vaksin, sehingga total yang datang ke sentra vaksinasi total sebanyak 107.651 orang.

"Tugas kita sekarang adalah mempertahankan angka itu secara konsisten dan bahkan terus meningkatkannya," katanya.

Infografis - 4 Varian Corona Ancam DuniaInfografis - 4 Varian Corona Ancam Dunia. (Foto: CNNIndonesia/Astari Kusumawardhani)

Anies menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan total 326 sentra atau lokasi vaksinasi di Jakarta. Warga bisa menemukan lokasi itu melalui aplikasi google maps, dengan menuliskan "vaksin COVID-19".

Terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zinta Anjani mendorong Anies kembali menarik rem darurat dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) andai kasus harian Covid-19 tak kunjung melandai.

"Jika kasus harian tidak mengalami penurunan, langkah PSBB bisa diambil dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat DKI Jakarta dan aspek ekonomi," kata Zita dalam keterangannya, Jumat (18/6).

Sebelum mengambil langkah itu, Zita, yang merupakan politikus PAN, meminta Pemerintah Provinsi DKI memperketat pengawasan di area publik yang potensial menimbulkan kerumunan seperti mal, kafe, restoran, maupun tempat wisata serta perkantoran.

Senada, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Muhammad Thamrin. Dia meminta Pemprov DKI lebih gencar melakukan pengawasan di lapangan terutama di tempat publik yang rentan keramaian.

"Jadi tidak hanya menyampaikan himbauan saja," katanya.

(thr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK