Wisata Bantul Ditutup, Wisatawan Menumpuk di Gunungkidul

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 22:58 WIB
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan kebijakan penutupan tempat wisata setiap akhir pekan harusnya diterapkan serentak oleh kabupaten/kota di DIY. Wisatawan menumpuk di daerah Gunungkidul dan Malioboro usai penutupan tempat wisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan banyak wisatawan yang memilih berlibur ke daerah Gunungkidul dan Kota Yogyakarta setelah objek wisata di Kabupaten Bantul ditutup setiap akhir pekan. Bahkan, sempat terjadi penumpukan wisatawan di Gunungkidul.

"Dengan ditutupnya (objek wisata Bantul) wisatawan malah larinya ke Gunungkidul sehingga terjadi antrean panjang di Gunungkidul termasuk di Malioboro (Yogyakarta)," kata Noviar, di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (21/6).

Noviar mengatakan semestinya kebijakan penutupan tempat wisata ini diterapkan serentak oleh kabupaten/kota lain di DIY. Sehingga wisatawan tak akan punya opsi lain untuk dikunjungi selama pandemi Covid-19.


"Kalau kebijakan sama antarkabupaten mereka tidak akan masuk, termasuk bus-bus antrean, bus parkir tidak akan terjadi," pungkasnya.

Terpisah, Bupati Gunungkidul Sunaryanta berujar pihaknya masih berpedoman terhadap Instruksi Gubernur (Ingub) DIY Nomor 15/INSTR/2021 tentang perpanjangan PPKM mikro untuk pengendalian Covid-19.

Pemkab Gunungkidul tak menghentikan operasi objek wisata, melainkan hanya memperketat pengawasan di sejumlah tempat wisata. Seperti memberlakukan pembatasan jam operasional dan jumlah pengunjung.

Sunaryanta mengatakan pihaknya baru akan menutup objek wisata ketika kasus penularan Covid-19 muncul.

"Pergerakan ekonomi harus jalan. Artinya, antara (protokol) kesehatan dengan pergerakan ekonomi. Jadi itu nanti kebijakan daerah, kalau saya nanti tutup semua pergerakan ekonomi enggak jalan lagi," kata Sunaryanta di Kompleks Kepatihan.

Menurut Sunaryanta, penutupan objek wisata bisa mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat Gunungkidul karena mayoritas membuka usah di sekitar pantai. Gunungkidul diketahui memiliki garis pantai sepanjang 72 kilometer.

"Lebih baik diperketat," kata Sunaryanta.

Senada, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan pihaknya juga belum mengeluarkan kebijakan terkait penutupan tempat wisata. Pihaknya hanya akan memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Kita tidak melakukan penutupan, tetapi pengawasan dengan ketat sweeping-sweeping pemeriksaan terhadap wisatawan," kata Heroe.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan pihaknya menyerahkan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk kebijakan penutupan objek wisata di tengah pandemi Covid-19.

"Terserah kabupaten/kota yang bisa lihat kondisi riilnya," kata Sultan.

Pihaknya hanya menekankan agar masyarakat bersedia membangun kesadaran menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat untuk kepentingan diri sendiri dan bersama.

Penutupan obyek wisata di Bantul berdasarkan Instruksi Bupati (Inbup) Bantul Nomor 15/INSTR/2021 tentang perpanjangan kesembilan PPKM mikro untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Objek wisata yang dikelola Pemkab tak beroperasi di hari Sabtu dan Minggu. Berdasarkan data Dinas Pariwisata setempat objek wisata yang dikelola oleh pemkab antara lain Pantai Parangtritis, Pantai Samas, Pantai Goa Cemara, Pantai Pandansimo, Pantai Kwaru, Goa Selarong, dan Goa Cerme.

(kum/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK