Covid Terus Naik, Komisi I DPR Minta PPKM Darurat Dievaluasi

CNN Indonesia | Sabtu, 17/07/2021 00:14 WIB
Anggota Komisi I DPR, Muhammad Farhan, mengatakan pelaksanaan PPKM Darurat perlu dievaluasi mengingat kasus Covid-19 masih terus melonjak. Anggota DPR Komisi I, Muhammad Farhan, mengatakan pelaksanaan PPKM Darurat perlu dievaluasi mengingat kasus Covid-19 masih terus melonjak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPR Komisi I, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa pelaksanaan PPKM Darurat yang telah berjalan sejak 3 Juli lalu perlu dievaluasi mengingat kasus Covid-19 masih terus melonjak.

"Perlu diawasi dengan ketat pelaksanaan PPKM Darurat, sumber melonjaknya kasus positif ada di mana," kata Farhan dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7).

Jika kasus terus menerus melonjak, Farhan menyarankan agar pemerintah bisa membentuk tim khusus untuk menangani wilayah terkait., salah satunya Jakarta. Tim itu, kata dia, tak hanya menangani lonjakan di Jakarta, tapi juga wilayah sekitarnya.


"Khusus Jakarta, Bogor, Tangerang atau Tangsel, Depok, Bekasi, jika perlu dibentuk tim khusus untuk menangani penyebaran Covid-19," kata Farhan.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga menyinggung kemungkinan klaster keluarga menjadi penyumbang terbesar lonjakan Covid-19 di masa PPKM Darurat ini. Bukan tidak mungkin klaster keluarga ini semakin merebak di wilayah pemukiman padat penduduk.

Menurutnya, klaster keluarga yang mendominasi lonjakan harus menjadi atensi bagi pemerintah daerah setempat, misalnya dengan menyediakan tempat isolasi yang ramah terutama bagi anak-anak.

"Jika memang faktanya seperti ini, maka Pemprov DKI Jakarta, Jabar, dan Banten wajib menyediakan tempat isoman dengan memanfaatkan bangunan yang tidak terpakai," kata dia.

[Gambas:Video CNN]

Kasus Covid-19 di Indonesia memang terus melonjak dalam sebulan belakangan. Pada Jumat (16/7), kasus Covid-19 di Indonesia kembali menembus angka 54 ribu.

Selain itu, laporan kematian pada Jumat juga memecahkan rekor selama pandemi di Indonesia, yaitu mencapai 1.205 dalam satu hari.

(tst/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK