PDIP Bongkar 4 Tantangan Krusial Panglima TNI Pengganti Hadi

CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 12:16 WIB
Tantangan krusial versi PDIP yang harus dibenahi Panglima TNI antara lain soal ratusan prajurit desertir atau kabur dari satuannya dalam 2-3 tahun terakhir. KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, dua petinggi militer yang namanya menguat sebagai calon Panglima TNI penggantu Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Foto: Arsip CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tubagus Hasanuddin, mengatakan bahwa Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto akan menghadapi empat tantangan.

Menurutnya, Panglima TNI baru nantinya harus memiliki kemampuan untuk menghadapi empat tantangan itu.

"Ada empat masalah yang harus kita pertimbangkan, kemampuan Panglima TNI ke depan itu harus harus memiliki kemampuan di empat masalah ini," kata pemilik sapaan akrab TB itu dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/9).

Tantangan pertama, kata dia, Panglima TNI pengganti Hadi harus punya kemampuan melanjutkan pembangunan TNI melalui Minimum Essential Force (MEF) yang baru mencapai sekitar 60 persen sejauh ini. Ia berharap, Panglima TNI nantinya bisa meningkatkan MEF ke angka 80 persen hingga 2024.

"Tentunya harus diselesaikan oleh Panglima yang baru nanti, siapa pun beliau dan tentu MEF itu bisa saja berubah situasinya dalam arti, perlu ada penguatan berdasarkan ancaman di lingkungan, baik geopolitik maupun geostrategi, itu yang pertama," ucapnya.


Tantangan kedua, sambung TB, Panglima TNI selanjutnya harus punya kemampuan menjaga serta meningkatkan profesionalisme prajurit berdasarkan frekuensi pelatihan dan pendidikan.

"Dari profesionalisme yang kita sekarang sudah memiliki,harus naikin lagi, karena kita tidak bisa lagi para prajurit TNI itu memiliki kemampuan yang asal-asalan, sudah dilengkapi dengan senjata yang bagus ya tingkatkan profesionalismenya, dalam latihan secara secara bertahap dan berlanjut," ucap TB.

Tantangan ketiga, Panglima TNI pengganti Hadi perlu memperhatikan disiplin prajurit. Dia mengaku melihat ratusan prajurit yang desertir atau melarikan diri dari satuannya dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Menurutnya, jumlah itu setara dengan satuan kompi, batalyon dan sebagainya.

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto S.I.P. terpilih sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Sebelas Maret (MWA UNS)  Periode 2020-2023.Foto: Dok. Puspen TNI
Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto S.I.P.


Terkait tantangan ini, TB juga menyoroti berbagai peristiwa perkelahian baik antarangkatan hingga antara anggota TNI dengan Polri.

"Banyak kasus lah di mana-mana, terakhir itu kalau tidak salah penyerangan kepolisian, Polsek Ciracas kemudian melibatkan banyak prajurit dan lain sebagainya. Itu perkelahian yang harus dihindari dan ini harus menjadi fokus Panglima TNI ke depan, eliminasi sekecil mungkin, supaya kasus kasus indisipliner itu tidak terulang kembali," ujar dia.

"Termasuk prajurit yang terlibat dalam kasus narkoba, pemerkosaan, pedofil, ini tidak boleh terjadi prajurit, itu yang ketiga," imbuhnya.

Tantangan terakhir, TB menambahkan, Panglima TNI mendatang harus memperhatikan peningkatan kesejahteraan prajurit.



Menurutnya, hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian antara lain asupan kalori. Menurut dia, jumlah asupan kalorin prajurit TNI minimal 3.800 sampai 4.000.

Berangkat dari itu, dia berkata, uang makan prajurit TNI harus ditingkatkan.

"Dari sekarang misalnya Rp65 ribu mungkin menjadi Rp100 ribu per hari. Jadi kira-kira Rp3 juta per bulan untuk prajurit supaya mereka berlatih menjadi prajurit yang profesional dan baik," tuturnya.

TB juga meminta Panglima TNI mendatang memperhatikan aspek kesehatan dan pendidikan anak-anak dari prajurit TNI. Menurutnya, fakta menunjukkan bahwa prajurit berpangkat kopral mengalami kesulitan untuk menyekolahkan anak hingga tingkat SMA.

Menurutnya, Panglima TNI nantinya perlu memikirkan pembangunan SMA di bawah TNI yang memberikan pendidikan gratis atau dengan biaya murah sehingga seluruh prajurit TNI bisa menyekolahkan anaknya hingga SMA.

"Kalau Panglima TNI ke depan itu bisa melaksanakan ini, maka Insyaallah nanti kita menghasilkan prajurit yang benar-benar profesional dan sesuai dengan undang-undang prajurit nasional yang tidak berpolitik," ucap TB.


Untuk diketahui, muncul beberapa nama yang disebut-sebut berpotensi menggantikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun November 2021. Salah satunya adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa.

Andika disebut menjadi calon Panglima TNI oleh beberapa anggota Komisi I DPR seperti dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon, Fraksi Gerindra Fadli Zon, hingga Fraksi Demokrat Syarief Hasan.

Kemudian, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Yudo dinilai punya potensi besar jika Jokowi dan DPR menggunakan pendekatan normatif. Pendekatan itu mengacu pada Pasal 13 ayat (4) Undang-Undang TNI, yang mengamanatkan jabatan panglima dijabat secara bergantian antarmatra.

Saat ini Panglima TNI dijabat Hadi Tjahjanto yang berasal dari matra AU. Sebelum Hadi, Panglima TNI dijabat Gatot Nurmantyo dan Moeldoko yang berasa dari AD.

(mts/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK