Kaltim Jadi Provinsi Terbanyak Varian Delta di Luar Jawa

CNN Indonesia
Selasa, 28 Sep 2021 09:38 WIB
Sebanyak 299 kasus mutasi Covid varian delta terdeteksi di Kaltim berdasarkan data Kemenkes per 25 September. Jumlah itu tertinggi di luar Pulau Jawa-Bali. Mural bertema kampanye melawan pandemi virus corona dengan berbagai jenis variannya. (Foto: (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) mencatat Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi provinsi di luar Pulau Jawa yang menempati urutan teratas daerah dengan sebaran kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta B1617.2.

Sementara secara nasional, Kaltim menduduki urutan tiga teratas dengan temuan varian Delta dari 364 spesimen warga Kaltim yang diperiksa menggunakan teknis pencarian strain virus baru, Whole Genome Sequence (WGS).

Seiring dengan temuan itu, Kaltim memang tercatat sebagai salah satu provinsi di luar pulau Jawa yang langganan 'nangkring' di posisi 10 besar penambahan kasus harian warga terkonfirmasi covid-19 di Indonesia. Dalam dua pekan terakhir, Kaltim rata-rata menjadi provinsi urutan keenam penambahan kasus covid-19 di Tanah Air.


Bahkan secara kumulatif, Kaltim menduduki peringkat kelima kumulatif covid-19 terbanyak di Indonesia. Pun dengan kumulatif jumlah kematian covid-19 di Kaltim yang juga menduduki peringkat kelima teratas secara nasional.

Sementara secara keseluruhan, varian Delta di Indonesia meningkat sebanyak 225 kasus dalam kurun waktu sepekan saja. Berdasarkan laporan per data 25 September yang baru diunggah Balitbangkes Kemenkes melalui laman https://www.litbang.kemkes.go.id/ pada Selasa (28/9) mencatatkan sudah ada 2.945 kasus varian Delta di 34 provinsi Indonesia.

Varian yang pertama kali ditemukan di India ini memang menjadi perhatian global. Kemenkes menyebut, kecepatan penularan varian Delta 6-8 kali dari varian covid-19 lainnya, sehingga mampu menciptakan penularan yang eksponensial.

Selain varian Delta, Kemenkes juga mencatat 65 kasus varian B117 Alfa dan 22 kasus varian B1351 Beta. Ketiga varian tersebut merupakan 'Variant of Concern (VoC)' alias varian yang diwaspadai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Adapun disebutkan, ribuan temuan varian itu teridentifikasi di Indonesia berdasarkan hasil pencarian strain virus baru menggunakan metode Whole Genome Sequence (WGS) terhadap total 6.734 spesimen yang diperiksa. Jumlah pemeriksaan bertambah 295 spesimen dari 18 September lalu yang berjumlah 6.439 spesimen.

Berikut merupakan sebaran provinsi dan temuan kasus dari tiga varian tersebut:

Varian B1617.2 Delta 2.470 Kasus

Sumatera Utara: 86 kasus
Sumatera Barat: 75 kasus
Sumatera Selatan: 52 kasus
Aceh: 53 kasus
Bengkulu: 8 kasus
Riau: 30 kasus
Lampung: 6 kasus
Jambi: 13 kasus
Kepulauan Riau: 7 kasus
Kepulauan Bangka Belitung: 42 kasus
Banten: 28 kasus
Jawa Barat: 453 kasus
DKI Jakarta: 991 kasus
DIY: 20 kasus
Jawa Timur: 49 kasus
Jawa Tengah: 198 kasus
Bali: 33 kasus
Nusa Tenggara Barat: 64 kasus
Nusa Tenggara Timur: 102 kasus
Kalimantan Tengah: 3 kasus
Kalimantan Timur: 299 kasus
Kalimantan Utara: 59 kasus
Kalimantan Barat: 28 kasus
Kalimantan Selatan: 36 kasus
Sulawesi Selatan: 19 kasus
Sulawesi Barat: 22 kasus
Sulawesi Utara: 27 kasus
Sulawesi Tengah: 42 kasus
Sulawesi Tenggara: 20 kasus
Gorontalo: 1 kasus
Maluku: 9 kasus
Maluku Utara: 43 kasus
Papua: 12 kasus
Papua Barat: 15 kasus

Varian B117 Alfa 65 Kasus

Sumatera Utara: 2 kasus
Riau: 1 kasus
Sumatera Selatan: 1 kasus
Lampung: 1 kasus
Kepulauan Riau: 7 kasus
DKI Jakarta: 37 kasus
Jawa Barat: 11 kasus
Jawa Timur: 2 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Kalimantan Selatan: 1 kasus
Bali: 1 kasus

Varian B1351 Beta 22 Kasus

Jawa Barat: 7 kasus
DKI Jakarta: 12 kasus
Jawa Timur: 2 kasus
Bali: 1 kasus

(khr/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER