Provinsi Cirebon Raya Kembali Dideklarasikan

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 21:14 WIB
Ketua Harian KP3C mengatakan pembentukan komite yang mendorong Provinsi Cirebon Raya itu berawal sejak presidium pada 2008 silam. Arus lalu lintas Kota Cirebon, Jawa Barat. Selasa, 19 Maret 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bandung, CNN Indonesia --

Wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya kembali bergulir dengan dideklarasikannya usulan calon otonomi daerah baru (CODB).

Deklarasi pemisahan dari wilayah provinsi Jawa Barat tersebut dilakukan sekelompok orang yang mengklaim berasal dari akademisi dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Cirebon Raya (KP3C).

Deklarasi digelar di Hotel Prima Cirebon, pada Senin (27/9). Namun, kegiatan yang berlangsung secara luring tersebut juga disiarkan secara daring melalui akun Youtube Provinsi Cirebon Raya. Berdasarkan pantauan pada akun Youtube itu sejumlah tokoh Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan turut menyampaikan pidato di depan mimbar. Selain itu, turut hadir Anggota DPR RI Maman Imanulhaq.


Ketua Umum KP3C Kurniawan Bahtiar mengatakan wilayah Cirebon raya yang juga dikenal dengan sebutan Ciayumajakuning sudah layak untuk mandiri dan menjadi DOB.

"Kalau ini merugikan, ya harus dibuktikan dengan kajian akademis. Kami membuktikan bahwa sudah layak mandiri. Potensi sumber daya alam dan manusianya sangat luar biasa," kata dia usai deklarasi.

Kurniawan pun meminta agar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperhatikan aspirasi pembentukan provinsi baru di kawasan Pantura Jabar ini. Dia juga berharap pemerintah pusat bisa mencabut moratorium pemekaran daerah.

"Mari berdialog dengan kami, tentu ini sebagai upaya agar mempermudah percepatan berdirinya Provinsi Cirebon Raya. Tentu kami menempuh cara yang sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2014. Ini perjuangan aspirasi masyarakat rasional, konstitusional bukan emosional, yang memberi nilai aspek PAD dan delapan aspek saptagatra," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Harian KP3C Nina Kurnia Hikmawati menjelaskan pembentukan komite itu merupakan hasil dari perjuangan Presidium Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C) yang dibentuk pada Juli 2008.

Kemudian, berdiri Forum Koordinasi Desain Penataan Kota Daerah Calon Daerah Persiapan (Forkodetada CDP) Provinsi Cirebon. Pengurus tersebut tak banyak berubah dengan KP3C.

Selanjutnya, pada 19 Agustus lalu mereka berkoordinasi kembali dengan berbagai pihak. Untuk kemudian pada 10 September mendeklarasikan KP3C.

"Diharapkan dengan berdirinya Provinsi Cirebon Raya akan mampu mengelola permasalahan dengan baik. Mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki," kata Nina.

Respons DPRD Jabar

Menanggapi deklarasi KP3C atas usulan pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Anggota Komisi I DPRD Jabar Abdy Yuhana mengatakan, sebagai bagian dari aspirasi masyarakat, usulan tersebut bukan persoalan.

"Aspirasi dari masyarakat itu ya sah-sah saja," ucapnya.

Namun, Abdy mengingatkan bahwa untuk mengusulkan pembentukan wilayah baru harus melalui berbagai tahap. Belum lagi, kondisi Jabar saat ini proyeksi APBD-nya terkoreksi hingga Rp5 triliun, tepatnya dari sekitar Rp44 triliun menjadi Rp39 triliun.

"Saat ini situasi kita sedang menghadapi pandemi, PAD Jabar turun sampai dengan Rp 5 triliun. Jadi saya kira itu dulu yang menjadi fokus DPRD, supaya ekonomi ini bisa tumbuh," cetusnya.

Abdy menuturkan, menurunnya PAD dapat berimplikasi pada program-program pembangunan yang menyentuh masyarakat termasuk di wilayah Cirebon raya.

"Iya fokus menangani pandemi kita, masyarakat juga katakanlah belum beraktivitas penuh, jadi ya untuk saat ini belum ke arah sana tetapi sebagai aspirasi masyarakat ya wajar saja," tutur politikus PDI Perjuangan itu.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Daddy Rohanady. Bergulirnya usulan ini sudah ada sejak P3C dibentuk.

"Saya kira perlu kajian matang, terkait dengan potensi-potensi artinya kan jangan sampai sebatas syahwat politik saja. Di tingkat elite menduduki posisi tersebut, tapi buat masyarakat biasa harus realistis kalau membawa kemaslahatan lebih banyak kenapa tidak," tuturnya merespons tuntutak pembentukan Provinsi Cirebon Raya.

(hyg/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK