Dititipkan ke Panti Jompo oleh 3 Anaknya, Trimah Minta Dijemput

CNN Indonesia
Senin, 01 Nov 2021 07:49 WIB
Dititipkan ke Panti Jompo oleh 3 Anaknya, Trimah Minta Dijemput
Jumlah penduduk lansia kian meningkat hingga membuat struktur demografi Indonesia tergolong 'tua'. (Foto: REUTERS/KAI PFAFFENBACH)

Arief pun mengaku sempat dimarahi pihak keluarga yang menitipkan Trimah lantaran viralnya surat itu.

"Tadi pagi saya ditelepon salah satu anak Ibu Trimah, marah-marah karena viral. Saya sudah tegaskan tak berniat memojokkan keluarga dengan mengunggah di media sosial," ucap dia, yang mengaku tetap merahasiakan identitas anak-anak ibu Trimah.

"Saya bisa maklumi, memang sempat katakan akan membawa Ibu Trimah kembali pulang. Tetapi kami pastikan akan merawat Ibu Trimah dengan baik. Karena menjadi komitmen kami untuk merawat para lansia telantar," kata Arief.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, kata dia, Trimah sudah bisa cepat beradaptasi untuk menjadikan Griya Lansia sebagai rumah kedua di usia tuanya. "Saya kira dari Ibu Trimah sendiri akan senang dan ingin tetap tinggal di sini (Griya Lansia). Karena beliau juga betah di sini," tuturnya.

Griya Lansia pun tak mempermasalahkan apabila Trimah dibawa pulang kembali oleh anak-anaknya.

"Kami bisa dan akan merawat Ibu Trimah dengan baik. Dan itu bisa dirasakan oleh beliau hingga betah tinggal di Griya Lansia," ujar dia.

Terkait penanganan lansia, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto, pada Minggu (6/10/2019), sempat mewanti-wanti soal peningkatan populasi lansia sejalan dengan peningkatan kualitas hidup manusia di Indonesia.

Hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) 2018 menunjukkan penduduk lansia di Indonesia mencapai 24,49 juta jiwa. Angka tersebut, kata dia, diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Atau dalam istilah lain, struktur demografi Indonesia tergolong berstruktur tua.

Edi pun menyarankan sejumlah hal. Pertama, membangun keluarga harus sadar akan kesehatan lansia secara utuh.

Kedua, pemerintah pusat dan daerah dituntut proaktif memberikan dukungan berupa kesempatan kerja sesuai kemampuan dan menyediakan ruang-ruang publik untuk mengekspresikan diri para lansia.

Misalnya, sarana peribadatan, layanan dukungan mental dan spiritual. Selain itu, diperlukan jaminan kesehatan lansia terlantar di panti jompo atau panti sosial "agar lansia merasa dipedulikan dan tidak terasingkan".

Ketiga, lanjut dia, penggunaan teknologi dalam mendukung layanan terhadap lansia agar mandiri dan tidak membebani keluarga. Misalnya, dengan memberikan akses layanan negara secara online, baik layanan konsultasi kesehatan, konsultasi ekonomi, dan sosial.

Keempat, pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kemudahan pada lansia dalam penggunaan fasilitas umum. Di antaranya, puskesmas ramah lansia, fasilitas gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar, terminal bus, stasiun kereta api, dan taman kota, dan sebagainya.

Baca berita selengkapnya di sini....

(arh/wis)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Trimah (69) mengaku betah usai dititipkan ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Wajak, Kabupaten Malang, usai dititipkan tiga anaknya yang sibuk bekerja. Meski demikian, ia tetap menanti mereka kembali.

"Saya betah di sini, tapi kalau harapannya dijemput ke sini oleh anak-anak," kata dia, Minggu (31/10).

Nama Trimah sendiri sempat mencuat lantaran viral surat yang menyatakan tiga bersaudara menitipkan orang tuanya ke panti jompo hingga akhir hayatanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apabila orang tua kami meninggal, maka kami menyerahkan proses pemakaman orang tua kami kepada Griya Lansia Husnul Khatimah," demikian salah satu kutipan pernyataan dalam surat yang ditandatangani di atas materai oleh tiga bersaudara yang dirahasiakan identitasnya itu.

Per 28 Oktober, Griya Lansia Husnul Khatimah pun menerima seorang ibu asal Magelang, Jawa Tengah, itu. Ia kemudian menempati kamar nomor 10 bersama satu penghuni lain.

Saat ditemui, Trimah tak membantah kedatangan di Griya Lansia karena diantar dan diserahkan oleh anak-anaknya yang sibuk bekerja.

"Saya dibawa ke sini (Griya Lansia) sama anak-anak saya karena mereka kerja di Jakarta," ucap dia, di kamarnya.

Ia menyebut tiga anaknya itu kini sudah berkeluarga; satu anak perempuannya berada di Pekalongan, dan dua lainnya menetap di Jakarta.

"Semua masih nyampur dengan mertuanya. Satu di Pekalongan, yang dua di Jakarta," ujar dia.

Sebelum dibawa ke Griya Lansia, Trimah pernah diajak salah satu anaknya untuk tinggal di Jakarta. Di sana, Trimah sehari-harinya dirawat oleh pendamping lansia yang sengaja didatangkan.

"Satu tahun di Jakarta, dirawat orang. Kebetulan anak saya ikut mertuanya, jadi dicuekin," tuturnya.

Nyaris setahun di Jakarta, Trimah kembali kampungnya di Magelang dan tinggal bersama adiknya yang sudah berkeluarga. Ia pun sungkan untuk menumpang hidup.

Psikosomatis pada lansiaPsikosomatis pada lansia. (Foto: Dok. BNPB)

"Pernah di kampung (Magelang) 10 hari ikut adik. Karena adik sudah punya istri, jadi enggak enak," katanya.

Saat sudah berada di Griya Lansia, ia merasakan perbedaan. Sehari-harinya, Trimah bersama 59 lansia lainnya banyak menghabiskan waktu dengan beribadah. Pengelola Griya pun banyak mengajarkan salat dan mengaji sebagai kegiatan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Trimah menunjukkan kemampuannya membaca Al-Quran.

Meski betah dengan kehidupan baru di Griya Lansia, Trimah masih berharap bisa dijemput oleh tiga anaknya. "Harapannya dijemput ke sini oleh anak-anak," tandasnya.

Sementara, Ketua Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah Arief Camra membenarkan Trimah diserahkan dengan pernyataan tertulis termasuk soal pemakamannya. Ia mengaku tak bisa menolak jika ada keluarga yang menyerahkan lansia ke tempatnya.

"Anaknya yang menyerahkan ke sini, hari Kamis (28/10/) kemarin. Untuk dirawat dan diproses pemakaman saat meninggal," ucap dia.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Lansia dan Demografi Berstruktur Tua

Jumlah penduduk lansia kian meningkat hingga membuat struktur demografi Indonesia tergolong 'tua'. (Foto: REUTERS/KAI PFAFFENBACH)

Arief pun mengaku sempat dimarahi pihak keluarga yang menitipkan Trimah lantaran viralnya surat itu.

"Tadi pagi saya ditelepon salah satu anak Ibu Trimah, marah-marah karena viral. Saya sudah tegaskan tak berniat memojokkan keluarga dengan mengunggah di media sosial," ucap dia, yang mengaku tetap merahasiakan identitas anak-anak ibu Trimah.

"Saya bisa maklumi, memang sempat katakan akan membawa Ibu Trimah kembali pulang. Tetapi kami pastikan akan merawat Ibu Trimah dengan baik. Karena menjadi komitmen kami untuk merawat para lansia telantar," kata Arief.

Sejauh ini, kata dia, Trimah sudah bisa cepat beradaptasi untuk menjadikan Griya Lansia sebagai rumah kedua di usia tuanya. "Saya kira dari Ibu Trimah sendiri akan senang dan ingin tetap tinggal di sini (Griya Lansia). Karena beliau juga betah di sini," tuturnya.

Griya Lansia pun tak mempermasalahkan apabila Trimah dibawa pulang kembali oleh anak-anaknya.

"Kami bisa dan akan merawat Ibu Trimah dengan baik. Dan itu bisa dirasakan oleh beliau hingga betah tinggal di Griya Lansia," ujar dia.

Terkait penanganan lansia, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto, pada Minggu (6/10/2019), sempat mewanti-wanti soal peningkatan populasi lansia sejalan dengan peningkatan kualitas hidup manusia di Indonesia.

Hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) 2018 menunjukkan penduduk lansia di Indonesia mencapai 24,49 juta jiwa. Angka tersebut, kata dia, diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Atau dalam istilah lain, struktur demografi Indonesia tergolong berstruktur tua.

Edi pun menyarankan sejumlah hal. Pertama, membangun keluarga harus sadar akan kesehatan lansia secara utuh.

Kedua, pemerintah pusat dan daerah dituntut proaktif memberikan dukungan berupa kesempatan kerja sesuai kemampuan dan menyediakan ruang-ruang publik untuk mengekspresikan diri para lansia.

Misalnya, sarana peribadatan, layanan dukungan mental dan spiritual. Selain itu, diperlukan jaminan kesehatan lansia terlantar di panti jompo atau panti sosial "agar lansia merasa dipedulikan dan tidak terasingkan".

Ketiga, lanjut dia, penggunaan teknologi dalam mendukung layanan terhadap lansia agar mandiri dan tidak membebani keluarga. Misalnya, dengan memberikan akses layanan negara secara online, baik layanan konsultasi kesehatan, konsultasi ekonomi, dan sosial.

Keempat, pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kemudahan pada lansia dalam penggunaan fasilitas umum. Di antaranya, puskesmas ramah lansia, fasilitas gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar, terminal bus, stasiun kereta api, dan taman kota, dan sebagainya.

Baca berita selengkapnya di sini....


HALAMAN:
1 2