Cerita dari Balai Kota: Ketika Anies Terkunci di Ruang Kerja
CNN Indonesia
Kamis, 13 Okt 2022 15:59 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gedung Balai Kota Tempat Kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Cerita soal sosok Anies juga diungkapkan oleh salah satu staf humas di Balai Kota, sebut saja Andri. Ia sehari-hari bertugas membuat rilis dari acara maupun membantu taping video Anies.
Dari interaksinya sehari-hari itu, Andri mengaku melihat sosok Anies bukan sebagai gubernur, melainkan sebagai seorang dosen.
"Karena setiap hari, kalau saya melakukan kesalahan, kesalahan saya harus baru. Enggak boleh kesalahan yang sama," ujar Andri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andri yang sudah menjadi staf humas sejak 2017 itu menceritakan bahwa Anies merupakan salah satu pejabat yang cerdas. Ia mengatakan bahwa Anies seringkali ketika melakukan taping video jarang membaca naskah.
Menurut dia Anies hanya membaca pointers yang ditujukan, namun setelahnya dia berimprovisasi dengan kata-katanya sendiri.
"Beda sama pejabat lainnya yang textbook, A dibaca A, B dibaca B. Kalau Pak Anies enggak, dia bisa berpikir cemerlang, mengembangkan sendiri," ujar dia.
Tidak hanya itu, Anies juga sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan random ke stafnya. Namun begitu, Anies menurutnya tak suka apabila stafnya menjawab dengan sok tahu.
Andri menyebut bahwa Anies lebih menghargai stafnya menjawab tidak tahu, daripada harus sok tahu.
Ia juga mengonfirmasi cerita Alan yang menyatakan bahwa Anies jarang sekali marah ke bawahannya. Menurutnya, kalaupun ada kesalahan, Anies hanya memberikan teguran agar ia tak lagi mengulangi kesalahannya.
"Yang saya lihat bapak itu emang jarang banget marah," imbuhnya.
Sementara itu, petugas Pamdal yang biasa berjaga di pintu luar, Rizky Subagja melihat Anies sebagai sosok pemimpin yang ramah kepada setiap bawahannya. Ia yang hanya bertugas menjaga di luar Pendopo Balai Kota pun sering disapa apabila bertemu Anies.
"Bapak itu ramah banget ya. Kalau lewat kadang disapa, dipegang pundaknya dan disenyumin," ujar Rizky.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno bersalaman dengan pegawai Pemprov DKI dan warga Jakarta saat halal bihalal, di Balaikota, Jakarta, Kamis (21/6). Warga dan PNS yang akan bersalaman dengan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta antre di depan pintu masuk gedung Balai Kota DKI Jakarta sebelum dipersilakan masuk tepat pukul 08.00 WIB. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Ia mengaku tak memiliki banyak pengalaman secara langsung dengan Anies. Namun, salah satu momen yang paling berkesan itu yakni saat dirinya bersama sang istri swafoto dengan Anies.
Momen itu terjadi ketika keduanya usai mengikuti program vaksin Covid-19. Saat itu, Rizky meminta waktu untuk bisa berfoto bareng Anies di ruangan.
"Jadi, waktu itu saya habis ikut vaksin, terus minta foto bareng aja. Alhamdulillah Bapaknya mau," ungkap Rizky.
Ia pun mengaku sedikit sedih dengan selesainya masa kerja Anies di Balai Kota. Rizky mendoakan agar Anies tetap sehat dan sukses selepas dari Balai Kota.
"Ya, semoga Pak Anies sukses terus. Apalagi katanya terakhir Bapak kan mau nyapres," ujar dia.
Lima tahun Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta menyisakan sejumlah cerita menarik dari orang-orang yang terbiasa membantunya bekerja. Cerita-cerita menarik ini tak terekspose media.
Salah seorang petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Alan Riyana Putra merupakan salah satu orang yang mengaku beruntung bisa berinteraksi langsung dengan sosok Anies. Alan bercerita dirinya tak pernah menyangka pekerjaannya bisa membuatnya dekat dengan Sang Gubernur.
Alan setiap harinya bertugas membukakan pintu ruang kerja Anies di Pendopo Balai Kota. Dari sana lah ia kerap berinteraksi dengan orang nomor satu di Jakarta itu.
Dari pengalamannya itu lah dia mengetahui kepribadian Anies. Ia menyebut Anies merupakan sosok pemimpin yang layak ditiru oleh bawahannya.
"Kalau saya pribadi merasa beliau itu sosok pemimpin yang benar-benar anak buah bisa tiru sifat-sifatnya. Benar-benar mengayomi anak buah," kata Alan saat berbincang dengan CNNIndonesia.com awal Oktober lalu.
Alan mengaku sudah bertugas sebagai Pamdal sejak 2018. Namun, baru tahun 2019 ia ditugaskan menjaga pintu ruangan kerja Anies di Balai Kota.
Selama bertugas menjaga pintu ruangan kerja itu ia mengaku tak pernah sekalipun melihat Anies memarahi anak buah.
Menurut Alan walaupun anak buahnya melakukan kesalahan, Anies tak sekalipun memarahi mereka di depan orang-orang.
"Kalaupun ada teguran, kita dipanggil ke ruangan, dikasih tahu apa yang salah. Beliau juga paling enggak suka kalau kesalahan itu diulang berkali-kali," tutur dia.
Alan menambahkan di luar sisi profesionalnya, Anies juga perhatian kepada anak buahnya. Ia bahkan sempat mendapatkan kejutan dari Anies ketika baru memiliki bayi.
"Saya pernah dikasih hadiah waktu kelahiran anak, menurut saya itu momen banget. Surprise-nya itu saya dipanggil ke ruangan tiba-tiba, dan itu benar-benar momen yang enggak saya sangka dari Pak Anies," jelas Alan.
Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno bersalaman dengan pegawai Pemprov DKI dan warga Jakarta saat halal bihalal, di Balaikota, Jakarta, Kamis (21/6). Warga dan PNS yang akan bersalaman dengan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta antre di depan pintu masuk gedung Balai Kota DKI Jakarta sebelum dipersilakan masuk tepat pukul 08.00 WIB.
"Dia kalau ke anak buah profesional, tapi di luar itu dia bisa kasih surprise ke kami, ya jadi satu kebanggaan sih buat saya," ungkapnya.
Alan kemudian menceritakan salah satu momen yang tak akan pernah ia lupakan ketika menjaga pintu ruang kerja Anies.
Momen itu terjadi beberapa bulan yang lalu, ketika dia sempat mengunci Sang Gubernur di ruang kerjanya. Ia sempat panik, namun ternyata Anies tak jua memarahinya.
"Ini konyol sih. Kan saya kerja berdua, dari Pamdal itu ada dua, kebetulan kami ganti-gantian piket sampai malam. Terus saya ditugasin untuk ambil pesanan Bapak, saya tinggal dong itu ruangan, saya kunci. Bapak lalu ketuk-ketuk pintu dari dalam," ujar dia.
"Lalu Bapak nanya ke salah satu staf, ada yang bisa bukain pintu enggak? Habis itu pada gedebak-gedebuk (panik), namanya pimpinan ya kan," ujar
Setelah kejadian itu, Alan mengaku tak dimarahi oleh Anies. Menurutnya Anies hanya menegur agar ada petugas Pamdal yang tetap berjaga.
Baca selanjutnya...
Cerita dari Balai Kota: Sosok Ramah Tak Pernah Marah
Gedung Balai Kota Tempat Kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Cerita soal sosok Anies juga diungkapkan oleh salah satu staf humas di Balai Kota, sebut saja Andri. Ia sehari-hari bertugas membuat rilis dari acara maupun membantu taping video Anies.
Dari interaksinya sehari-hari itu, Andri mengaku melihat sosok Anies bukan sebagai gubernur, melainkan sebagai seorang dosen.
"Karena setiap hari, kalau saya melakukan kesalahan, kesalahan saya harus baru. Enggak boleh kesalahan yang sama," ujar Andri.
Andri yang sudah menjadi staf humas sejak 2017 itu menceritakan bahwa Anies merupakan salah satu pejabat yang cerdas. Ia mengatakan bahwa Anies seringkali ketika melakukan taping video jarang membaca naskah.
Menurut dia Anies hanya membaca pointers yang ditujukan, namun setelahnya dia berimprovisasi dengan kata-katanya sendiri.
"Beda sama pejabat lainnya yang textbook, A dibaca A, B dibaca B. Kalau Pak Anies enggak, dia bisa berpikir cemerlang, mengembangkan sendiri," ujar dia.
Tidak hanya itu, Anies juga sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan random ke stafnya. Namun begitu, Anies menurutnya tak suka apabila stafnya menjawab dengan sok tahu.
Andri menyebut bahwa Anies lebih menghargai stafnya menjawab tidak tahu, daripada harus sok tahu.
Ia juga mengonfirmasi cerita Alan yang menyatakan bahwa Anies jarang sekali marah ke bawahannya. Menurutnya, kalaupun ada kesalahan, Anies hanya memberikan teguran agar ia tak lagi mengulangi kesalahannya.
"Yang saya lihat bapak itu emang jarang banget marah," imbuhnya.
Sementara itu, petugas Pamdal yang biasa berjaga di pintu luar, Rizky Subagja melihat Anies sebagai sosok pemimpin yang ramah kepada setiap bawahannya. Ia yang hanya bertugas menjaga di luar Pendopo Balai Kota pun sering disapa apabila bertemu Anies.
"Bapak itu ramah banget ya. Kalau lewat kadang disapa, dipegang pundaknya dan disenyumin," ujar Rizky.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno bersalaman dengan pegawai Pemprov DKI dan warga Jakarta saat halal bihalal, di Balaikota, Jakarta, Kamis (21/6). Warga dan PNS yang akan bersalaman dengan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta antre di depan pintu masuk gedung Balai Kota DKI Jakarta sebelum dipersilakan masuk tepat pukul 08.00 WIB. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Ia mengaku tak memiliki banyak pengalaman secara langsung dengan Anies. Namun, salah satu momen yang paling berkesan itu yakni saat dirinya bersama sang istri swafoto dengan Anies.
Momen itu terjadi ketika keduanya usai mengikuti program vaksin Covid-19. Saat itu, Rizky meminta waktu untuk bisa berfoto bareng Anies di ruangan.
"Jadi, waktu itu saya habis ikut vaksin, terus minta foto bareng aja. Alhamdulillah Bapaknya mau," ungkap Rizky.
Ia pun mengaku sedikit sedih dengan selesainya masa kerja Anies di Balai Kota. Rizky mendoakan agar Anies tetap sehat dan sukses selepas dari Balai Kota.
"Ya, semoga Pak Anies sukses terus. Apalagi katanya terakhir Bapak kan mau nyapres," ujar dia.