Karhutla Meluas di Bulan Juni, Momok El Nino dan Pola Jelang Pemilu

CNN Indonesia
Jumat, 07 Jul 2023 08:20 WIB
Karhutla Meluas di Bulan Juni, Momok El Nino dan Pola Jelang Pemilu
Petugas Manggala Agni Daops Kalimantan VI berusaha memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (25/6/2023). (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia meningkat drastis pada Juni 2023. Kenaikannya mencapai lebih dari 100 persen dari bulan sebelumnya.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 31 Mei mencatat 87 kejadian karhutla di Indonesia, terhitung sejak Januari 2023. Jumlah karhutla bertambah menjadi 188 kejadian per 31 Juni.

Dari jumlah itu terdapat kenaikan sebanyak 101 kejadian karhutla pada bulan Juni. Kenaikannya mencapai 116 persen atau lebih dua kali lipat dari bulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data keseluruhan, karhutla di Indonesia memang terus mengalami kenaikan setiap bulan sepanjang Januari hingga Juni 2023. BNPB mencatat ada 14 kejadian karhutla selama Januari.

Pada Februari, karhutla mengalami kenaikan 18 kejadian dibanding bulan sebelumnya, sehingga total menjadi 32.

Pada Maret dan April, karhutla terus naik meski tak signifikan. Pada Maret, kejadian karhutla bertambah 8 dan April bertambah 7. Jika direkapitulasi, sepanjang Januari hingga April total karhutla menjadi 48 kejadian.

Namun, kenaikan drastis mulai terlihat kembali pada Mei. Karhutla bertambah 39 kejadian atau 81 persen dari sebelumnya. Total karhutla per 31 Mei menjadi 87 kejadian dan terus naik hingga Juni.

Adapun data terbaru per 6 Juli 2023, total kejadian karhutla dari Januari mencapai 195. Dengan kata lain, ada penambahan 7 kejadian karhutla hanya dalam empat hari di bulan Juli ini.

Kepala BNPB Mayor Jenderal TNI Suharyanto menjelaskan faktor utama kenaikan frekuensi kejadian Karhutla pada Mei dan Juni karena efek El Nino yang signifikan di 2023.

"Karena efek itu membuat musim kemarau menjadi lebih kering dan lebih panjang dari tahun 2022 lalu," kata Suharyanto kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/7).

Petugas Manggala Agni Daops Kalimantan VI berusaha memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (25/6/2023). Petugas Manggala Agni dibantu relawan  berhasil memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di daerah tersebut. ANTARA FOTO/Bayu Pratama SPetugas Manggala Agni Daops Kalimantan VI berusaha memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (25/6/2023). (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati telah mewanti-wanti agar Indonesia mewaspadai kemarau kering pada 2023. Hal ini akibat kemunculan El Nino dan Indian Ocean Dipole.

Dampaknya, curah hujan pada pada Agustus, September, Oktober 2023 diprediksi akan berada pada kategori di bawah normal, terutama wilayah Sumatera, Jawa Bali-NTB-NTT, sebagian Kalimantan dan sebagian Sulawesi. Pada periode itu, potensi karhutla bisa lebih besar dibanding saat kemarau basah pada 2020-2022.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) mengklaim pemerintah sudah mengantisipasi potensi meningkatnya kebakaran hutan akibat fenomena iklim El Nino beberapa bulan ke depan.

Direktur Kehutanan dan Sumber Daya Air Bappenas Nur Hygiawati Rahayu mengatakan selain mewaspadai lahan gambut, pemerintah juga memantau ketat hutan dan lahan kering seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bencana kekeringan ini diprediksi dapat mencapai puncaknya di akhir 2023.

Infografis El NinoInfografis El Nino. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)

NTT, karhutla tertinggi tanpa heli

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan luasan lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga 6 Juli 2023 mencapai 28.019,98 hektare. Luas lahan yang paling banyak terbakar berada di NTT.

Berdasarkan data monitoring sistem karhutla Sipongi milik KLHK, sebanyak 5.211,76 hektare hutan dan lahan terbakar di provinsi tersebut.

Menurut Suharyanto, NTT menjadi provinsi paling banyak lahan terbakar karena secara kewilayahan merupakan provinsi dengan tingkat curah hujan tahunan sedikit.

"Hari tanpa hujan (HTH) yang panjang. Kadang bisa hingga 60 hari," kata Suharyanto.

Hal tersebut, kata dia, secara alamiah membuat tingkat kerentanan NTT terhadap karhutla sangat tinggi. Namun demikian, karakteristik dampaknya berbeda dengan wilayah lain. Dia menyebut lahan terbakar di NTT adalah lahan mineral, bukan lahan gambut.

"Sehingga begitu objek terbakar (misal savana/padang rumput) sudah habis terbakar maka api juga padam dan tidak membuat kabut asap yang berkepanjangan," jelasnya.

5 Provinsi Tertinggi Karhutla Sepanjang 2023

Petugas Manggala Agni Daops Kalimantan VI berusaha memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (25/6/2023). (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Dalam tiga tahun terakhir, NTT tercatat sebagai provinsi terparah kena dampak karhutla. Kementerian Kehutanan mencatat luas lahan yang terbakar pada 2020 sebesar 296.942 hektare, meningkat menjadi 358.867 hektare pada 2021, kemudian turun tahun 2022 yaitu 204.894 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Ambrosius Kodo mengatakan Pemerintah Provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla 2023. Namun menurutnya, perhatian terhadap karhutla di tingkat pemerintah kabupaten/kota belum dilihat sebagai bencana.

"Tugas terberat kami adalah mengkoordinasikan kabupaten/kota, agar status siaga darurat itu bisa ditetapkan di kabupaten/kota dan juga dibentuk satgas karhutla," kata Ambrosius melalui sambungan telepon, Rabu (5/7).

Dia juga mengeluhkan keterbatasan peralatan untuk menanggulangi karhutla di NTT. Kebanyakan lahan terbakar di padang yang sulit dijangkau dengan mobil damkar. Sementara helikopter untuk patroli maupun pemadaman kebakaran tidak tersedia.

"Tidak ada (helikopter). Kalau bisa standby satu unit saja itu sudah luar biasa," katanya.

Provinsi kedua yang paling banyak terbakar lahannya ditemukan di Kalimantan Barat. Luas lahan yang terbakar di Kalbar yakni sebanyak 4,172,26 hektare.

Lampung menjadi provinsi ketiga terbanyak yang lahannya terbakar. Luasannya mencapai 2.272,96 hektare. Keempat di Sulawesi Tenggara dengan luasan lahan terbakar 1.961,44 hektare.

Provinsi terakhir yang masuk lima besar karhutla terbanyak sepanjang Januari-6 Juli 2023 yaitu Maluku. KLHK mencatat seluas 1.953,07 hektare lahan di provinsi tersebut terbakar.

Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan lahan gambut yang terbakar di Desa Natai Baru, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (2/1/2023). Berdasarkan data BPBD Kotawaringan Barat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di desa tersebut mencapai 20 hektare dengan tiga titik lokasi api dan sebanyak lima hektare lahan diantaranya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan BPBD, Damkar, PMI serta para relawan. ANTARA FOTO/Ario Tanoto/mz/wsj.Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan lahan gambut yang terbakar di Desa Natai Baru, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (2/1/2023). (ANTARA FOTO/Ario Tanoto)

Di luar lima provinsi tersebut, terdapat beberapa provinsi lain yang lahannya juga terbakar lebih dari 1.000 hektare. Di antaranya Riau, luas lahan terbakar mencapai 1.860,55 hektare.

Lalu, di Sulawesi Tengah 1.499,43 hektare, Nusa Tenggara Barat 1.413,73 hektare, Kalimantan Tengah 1.096,27 hektare, dan Sumatera Selatan lahan yang terbakar mencapai 1.050,19 hektare.

Meski demikian, Suharyanto menyatakan kenaikan frekuensi, durasi kebakaran dan cakupan daerah terdampak sejauh ini masih bisa dikendalikan.Dia pun menyatakan Pemerintah Pusat dan Daerah sudah menyiapkan langkah antisipasi yang komprehensif.

"Langkah-langkah pemerintah antara lain penyiapan alat, perangkat dan personel untuk satgas darat, satgas udara termasuk operasi Teknik Modifikasi Cuaca (TMC)," jelasnya.

Dia berharap meskipun dalam puncak musim kemarau, hujan masih bisa turun secara berkala, sehingga memungkinkan pembasahan lahan rawan karhutla secara natural.

Alarm Karhutla 2023Alarm Karhutla 2023. (CNN Indonesia/Basith Subastian)

Tren karhutla era Jokowi

Total luas wilayah terdampak karhutla selama Joko Widodo menjabat sebagai presiden sejak 2014 hingga saat ini terbilang fluktuatif. Berdasarkan data Sipongi KLHK, luas karhutla di awal pemerintahan Jokowi mencapai 1.777.577,00 hektare.

Satu tahun setelahnya pada 2015, karhutla kian parah. Total luas hutan dan lahan yang terbakar yaitu 2.611.411,44 hektare. Provinsi yang paling terdampak adalah Kalimantan Tengah. Di provinsi itu, lahan seluas 583.833,44 terbakar.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menemukan 439 perusahaan berkaitan dengan karhutla pada 2014-2015. Rinciannya, 308 perusahaan sawit, 71 perusahaan hutan tanaman industri (HTI), dan 60 lainnya merupakan perusahaan yang mempunyai izin hak pengusahaan hutan (HPH).

Sementara itu, berdasarkan data KLHK melalui satelit hingga 9 September 2015, sebanyak 114 perusahaan terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dari jumlah itu, Sumatera Selatan tercatat paling banyak dengan 19 perusahaan, yaitu PT BMH, PT RHM, PT SWI, PT BAP, PT BPU, PT GAL, PT WLM, PT CMB, PT TPJ, PT DGS, PT RPP, PT IAL, PT BKI, PT BSC, PT SAM, PT RE, PT DAS, PT CT dan HGU.


Karhutla 2015 merupakan peristiwa asap paling parah selama Jokowi menjabat. Saat itu, kabut asap karhutla di Indonesia berdampak hingga ke sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Dalam laporan World Bank kerugian dan kerusakan akibat karhutla mencapai Rp211 triliun.

Pada 2016, luas karhutla di Indonesia mengalami penurunan, meski masih terbilang luas. Saat itu, lahan yang terbakar mencapai 438.363,19 hektare. Luasan karhutla kembali mengalami penurunan menjadi 165.483,92 hektare pada 2017.

Sementara itu, pada 2018 luas lahan yang terbakar di Indonesia kembali naik menjadi 529.266,64 hektare. Provinsi yang paling banyak terbakar lahannya berada di Kalimantan Selatan. Tahun itu, seluas 98.637,99 hektare lahan terbakar di provinsi tersebut.

Luas karhutla naik lebih dari tiga kali lipat pada 2019. Hasil monitoring KLHK, 1.649.258,00 hektare lahan hangus karena karhutla. Luas lahan yang paling banyak terbakar ditemukan di Sumatera Selatan.

Pada 2020, luas karhutla mengalami penurunan drastis menjadi 296.942,00 hektare. Provinsi yang paling banyak terdampak kebakaran adalah NTT, yakni 114.719,00 hektare.

Meski sempat mengalami penurunan drastis, luas karhutla kembali naik pada 2021. Lahan seluas 358.867,00 terbakar sepanjang tahun tersebut.

Karhutla kembali mengalami penurunan pada 2022. Tahun itu, tercatat 204.894,98 hektare lahan yang terbakar.

LIHAT SELENGKAPNYA