Berkat DBHCHT, RSUD Bangil Punya Alat BMD untuk Deteksi Osteoporosis

Advertorial | CNN Indonesia
Selasa, 23 Des 2025 18:28 WIB
Berkat DBHCHT, RSUD Bangil Punya Alat BMD untuk Deteksi Osteoporosis
Ilustrasi. (Foto: iStock/eggeeggjiew).
Jakarta, CNN Indonesia --

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil terus meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. Pada 2025, rumah sakit milik pemerintah daerah ini menambah fasilitas medis berupa alat Bone Mineral Density (BMD) atau DEXA untuk mendeteksi kepadatan tulang.

Pengadaan alat tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kehadiran BMD diharapkan mampu mengoptimalkan layanan pemeriksaan tulang, khususnya untuk deteksi dini kekuatan tulang dan risiko tulang keropos (osteoporosis) dan risiko patah tulang.

Menurut Direktur RSUD Bangil dr. Arma Roosalina, M.Kes melalui Kepala tim kerja pelayanan medis rawat jalan dr. Darmi Sapto Kurniawati, dengan alat ini maka risiko osteoporosis dan patah tulang dapat dideteksi sejak dini.

"BMD merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur kepadatan mineral dalam tulang, sehingga bisa mendeteksi sejak dini jika ada masalah dalam struktur tulang," ujarnya.

Selain melihat adanya masalah dalam struktur tulang, BMD juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan terapi yang bisa dilakukan pasien jika ada masalah dalam struktur tulang.

Biasanya, kepadatan tulang dapat menurun seiring penuaan, dan penurunan signifikan bisa menyebabkan osteopenia (kepadatan tulang rendah) atau osteoporosis (tulang keropos dan rapuh).

Sehingga wanita yang masuk fase menopause ke atas, pria usia di atas 70, atau individu dengan faktor risiko osteoporosis (misalnya, riwayat patah tulang, berat badan rendah, penggunaan steroid jangka panjang) dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ini.

Darmi menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan rumah sakit untuk para pasien dan masyarakat. Sehingga mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

"Seiring berkembangnya teknologi dari masa ke masa, perkembangan teknologi di bidang kesehatan ini semakin pesat. Manajemen RSUD Bangil harus terus mengikuti perkembangannya agar pelayanan kesehatan masyarakat lebih optimal," ungkapnya.

(adv/adv)