DBHCHT Motor Pembangunan Daerah, Dari BLK Hingga Fasilitas Kesehatan

Advertorial | CNN Indonesia
Selasa, 23 Des 2025 18:09 WIB
DBHCHT Motor Pembangunan Daerah, Dari BLK Hingga Fasilitas Kesehatan
Foto: Arsip Pemkab Pasuruan
Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang Bea Cukai, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasuruan menggelartalk showdi Radio Suara Pasuruan.

Hadir dua narasumber dalamtalk showtersebut, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Bea Cukai Pasuruan, Hardijanto, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad.

Syaifudin menjelaskan, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang merupakan bagian dari penerimaan negara dari cukai rokok ilegal, telah dialokasikan secara nyata untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

Seperti yang sudah dialokasikan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil, RSUD Grati, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Namun keberhasilan pemanfaatan DBHCHT ini sangat bergantung pada penerimaan negara dari bea cukai. Oleh karena itu, peredaran rokok ilegal menjadi ancaman nyata yang dapat memotong alokasi dana tersebut.

"Mari kita bersama-sama gempur rokok ilegal. Kenali ciri-ciri rokok tanpa pita cukai atau dengan pita cukai palsu, tolak peredarannya, dan laporkan kepada kami," ujarnya.

Sementara itu, Hardijanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam gerakan 'gempur rokok ilegal'.

Talk showini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepatuhan cukai dan peran aktif dalam memberantas rokok ilegal demi alokasi yang lebih baik

(adv/adv)