Formula 1

Bianchi Diyakini Tetap Berjuang Hidup

Reuters/ Martinus Adinata, CNN Indonesia | Rabu, 15/10/2014 14:59 WIB
Bianchi Diyakini Tetap Berjuang Hidup Masih terus menjalani perawatan di rumah sakit, Jules Bianchi diyakini sedang terus berjuang mempertahankan hidupnya. (Reuters/ Yuya Shino).
Jepang, CNN Indonesia --
Meski belum melewati masa kritis, Jules Bianchi dipercaya tidak akan menyerah dan terus berjuang mempertahankan hidupnya.
"Situasiinya cukup membuat frustasi. Setiap kali telepon berbunyi kami tahu bisa saja itu rumah sakit yang mengatakan Jules telah meninggal," ujar Philippe Bianchi seperti ditulis Reuters.
 
Sang ayah terus menemani Bianchi. Ia berusaha terus berkomunikasi dengan Bianchi. Ia yakin pebalap 25 tahun itu mendengar suaranya.
 
"Pihak dokter mengatakan ini penuh keajaiban. Belum pernah ada yang mampu bertahan dengan kecelakaan yang demikian, tapi Bianchi terbukti terus bertahan," katanya menambahkan.   
Keluarga berencana memindahkan Bianchi ke Tokyo jika keadaannya sudah memungkinkan. "Mungkin keadaan akan lebih mudah. Tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi. Kami hanya bisa menunggu," ujar Philippe.
Bianchi telah mendapat perawatan di rumah sakit sejak ia mengalami kecelakaan pada ajang Grand Prix Jepang. Selama itu pula keluarganya selalu berada di sisi pebalap Marussia tersebut.
 
Peningkatan Keamanan
Philippe Bianchi juga menyatakan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan para pebalap yang menyempatkan diri mengheningkan cipta sebelum balapan Grand Prix Rusia dimulai.
"(Jean-Eric) Vergne, (Fernando) Alonso, (Felipe) Massa telah menyampaikan dukungan mereka. (Lewis) Hamilton juga mengirim surat elektronik yang mengatakan jika ia akan selalu ada saat dibutuhkan," ujar Philippe.
Kini para pengurus formula 1 telah menyiapkan laporan mengenai kecelakaan yang melibatkan Bianchi. Mereka juga mulai menyiapkan proposal standar keamanan.
Proposal ini akan mencakup pembatasan kecepatan dan juga memberikan bantalan di sekitar derek pengaman di masa yang akan datang. Mengenai keberadaan derek pengaman sendiri mendapatkan kecaman dari mantan juara dunia, Alain Prost, yang berbicara pada reporter di Rusia akhir pekan lalu.
"Saya tidak mau membuat polemik dengan FIA (Federasi Balap Internasional), karena saya menghormati semua yang mereka lakukan selama 20 tahun terakhir di bidang keamanan," ujar pebalap Perancis tersebut. "Satu hal yang mengganjal adalah keberadaan truk di lintasan."