Meski demikian, mereka tak pernah sekalipun duduk sebagai pebulu tangkis nomor satu dunia dalam daftar peringkat BWF sejauh ini. Walaupun titel nomor satu dunia tak berpengaruh banyak, namun akhirnya status tersebut berhasil membuat mereka tergoda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun kini kami ingin menjadi nomor satu dunia. Kami ingin bisa berada di peringkat itu dan itu berarti kami butuh hasil bagus di tiap turnamen yang diikuti," katanya menambahkan.
Menurut pelatih ganda campuran Richard Mainaky posisi empat dunia terbilang riskan sehingga Tontowi/Liliyana harus bisa menaikkan peringkat mereka.
"Posisi empat memiliki resiko lebih besar terlempar keluar. Jika sudah berada di luar empat besar, maka otomatis drawing yang dihadapi di tiap turnamen makin berat," kata Richard menegaskan.
"Kami siap menjawab tantangan itu. Bukan hanya memperbaiki, namun sekaligus menjadi nomor satu dunia," jawab Tontowi menyanggupi harapan Richard.
Tantangan awal bagi Tontowi/Liliyana hadir di turnamen All England yang berlangsung pekan depan. Sebagai juara bertahan, Tontowi/Liliyana pastinya menjadi sorotan banyak orang.
"Karena itu kami menyebut perjuangan kami di All England ini dengan istilah merebut gelar keempat dan bukan mempertahankan gelar. Ini memang hanya masalah mindset namun kami tidak ingin terbebani dengan status juara bertahan," tutur Liliyana.
"Kami sudah siap untuk berjuang sekuat tenaga di All England. Semoga kami bisa meraih hasil terbaik." (ptr/ptr)