Pembalap Termuda dalam Sejarah F1 Itu Pun Tertunduk Lesu

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Minggu, 15/03/2015 18:45 WIB
Pembalap Termuda dalam Sejarah F1 Itu Pun Tertunduk Lesu Max Verstappen tak bisa menyelesaikan balapan dan berhenti di putaran ke-34. (REUTERS/Brandon Malone)
Melbourne, CNN Indonesia -- Impian Max Verstappen untuk mendapatkan angka dalam balapan debutnya di Formula 1 sebagai pembalap termuda sepanjang sejarah harus menguap tak berbekas.

Pembalap berusia 17 tahun itu sempat melewati separuh dari total 58 putaran di Grand Prix Australia sebelum tim Toro Rosso menyuruhnya untuk berhenti karena asap muncul dari kokpitnya.

Verstappen seharusnya meraih yang lebih baik lagi, terutama karena banyak pembalap yang gagal menyelesaikan balapan dan ia mampu perlahan meningkatkan peringkatnya dalam lomba.


"Ada asap di dalam mobil," kata putra mantan pembalap tersebut melaporkan lewat radio sebelum ia terpaksa berhenti di putaran ke-34.

Setelah ia berhenti dan berjalan kembali ke garasi, Verstappen diberikan tepuk tangan dan sambutan hangat dari penonton tuan rumah.

Pembalap termuda sebelumnya adalah pembalap Spanyol, Jaime Alguersuari, ketika memacu mobilnya di musim 2009 dalam usia 19 tahun dan 125 hari.

Verstappen kemudian hanya menjadi penonton sementara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg mengambil alih podium pertama dan kedua.

"Sedikit tidak beruntung," kata Verstappen terhadap hari pertamanya menjajal F1. "Saya kira, paruh waktu pertama saya cukup baik, yaitu ketika saya menggunakan ban medium."

"Saya bisa saja mengejar kawanan pembalap di hadapan saya dengan ban lunak. Saya juga tak mendapatkan banyak tekanan dari belakang."

"Sebelum saya mengambil pit-stop, semuanya berjalan dengan baik. Namun, saya melihat asap muncul dari mobil dan melaporkannya kepada pit, dan mereka menginstruksikan saya untuk berhenti."

Meski pembalap termudanya terpaksa berhenti, Toro Rosso sendiri mendapatkan hasil yang baik setelah pembalap rookie asal Spanyol, Carlos Sainz, mampu menyelesaikan lomba di posisi ke sembilan dan mendapatkan angka dalam balapan debutnya. Padahal Sainz sendiri sempat mengalami benturan dengan pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen, pada awal balapan.

Sainz bisa saja mendapatkan hasil yang lebih baik, seandainya para mekanik yang mengganti ban tidak kesulitan dan memakan banyak waktu.

"Ini balapan yang hebat, saya sangat menikmati ini. Sangat mengagumkan bisa bertarung dengan Red Bull meski kami mengalami kerusakan sayap depan," kata Sainz.

"Sejak mengalami masalah itu (pit-stop) yang perlu kami lakukan adalah memacu mobil dengan aman dan menyelesaikan balapan."

"Kami mengalami banyak masalah dengan bahan bakar dan juga beberapa hal lainnya, sehingga selesai di urutan ke sembilan. Saya tahu bahwa ada banyak sekali potensi ketimbang P9, namun kami harus tetap positif dan melihat ke depan." (vws)