Menanggapi rekomendasi BOPI yang hanya mengizinkan ISL bergulir dengan beberapa peserta yang tidak lolos, Joko mengatakan, pihaknya akan tetap berusaha menjalankan kompetisi ISL 2015 dengan 18 tim. Joko mengaku PT Liga tidak bisa menjalankan kompetisi hanya dengan 16 tim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko sendiri optimis akan mendapat izin dari kepolisian tersebut mengingat masih ada waktu dua sampai tiga hari ke depan. "Bila izin tidak kami dapatkan, karena kepolisian harus mendapat rekomendasi dari BOPI atau pemerintah, kami akan menyerahkan ini ke PSSI," kata Joko Driyono.
Dari 18 tim yang menjalani verifikasi BOPI, dua di antaranya gagal lolos karena faktor legalitas. Kedua klub tersebut adalah Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.
Arema dan Persebaya masuk Kategori C dalam verifikasi BOPI. Persebaya terkendala dokumen legalitas, sedangkan Arema bermasalah dengan legalitas, laporan keuangan, laporan pajak, serta tunggakan gaji pemain musim lalu.
Lima klub, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Pelita Bandung Raya, Gresik United, dan Perseru Serui dipastikan bisa tampil di ISL 2015 dan masuk Kategori B. Namun, kelimanya lolos dengan catatan.
Ketua BOPI, Noor Aman, mengatakan, pihaknya akan memantau kelima klub tersebut hingga paruh musim ISL 2015. Jika tidak bisa melengkapi syarat-syarat, maka rekomendasi tampil di ISL akan dicabut. (vri/vri)