Menurut pihak kepolisian, para pengatur skor yang tertangkap itu bertanggungjawab atas sejumlah kasus pengaturan skor di divisi ketiga dan keempat Italia.
Aksi-aksi pengaturan skor itu melibatkan klub-klub seperti Pro Patria, Barletta, Brindisi, L'Aquila, Neapolis Mugnano, Torres, Vigor-Lametia, Santarcangelo, Sorrento, Montalto, Puteolana, Akragas, dan San Savero.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa penuntut di Catanzaro menyatakan mereka telah mampu membongkar jaringan pengaturan skor di antara para pemain, pelatih, presiden klub, dan manajemen lebih dari 30 klub di Italia.
Saat itu lebih dari 100 orang berada dalam penyelidikan polisi, yang melibatkan mantan kapten Atalanta, Cristiano Doni, dan penyelidikan terhadap tiga pertandingan Serie A (Brescia vs Bari, Brescia vs Lecce, dan Napoli vs Sampdoria).
Doni sendiri akibat kejadian tersebut mendapatkan hukuman larangan selama tiga setengah tahun dari asosiasi sepak bola Italia (FIGC). Seperti dikutip The Guardian, Atalanta mendapat hukuman pemotongan enam poin pada awal musim berikutnya.
Selain Doni, mantan bomber Lazio Giuseppe Signori dan kiper Benevento, Marco Paoloni, juga mendapatkan hukuman larangan beraktivitas terkait sepak bola selama lima tahun karena dakwaan pengaturan skor. (kid/kid)