KNVB: Blatter Terpilih, Salah Negara Kecil!

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Sabtu, 30/05/2015 16:49 WIB
KNVB: Blatter Terpilih, Salah Negara Kecil! Terpilihnya Sepp Blatter adalah berkat peran negara-negara kecil di dunia sepakbola. (REUTERS/Ruben Sprich)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) Bert vs Oostveen menyebutkan bahwa kembali terpilihnya Sepp Blatter adalah akibat peran besar dari 'negara-negara kecil' di sepak bola.

Blatter memang tidak mendapatkan dukungan dari negara-negara Eropa dan Amerika, namun ia sukses mengunci suara dari mayoritas negara di Afrika dan Asia. Hal itu jelas sudah cukup untuk membuat dirinya tak tersentuh dan sukses mempertahankan kursi Presiden FIFA.

"Ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Dengan penuh rasa hormat kepada seluruh yang hadir, saya bisa menyimpulkan apa yang terjadi," ucap van Oostveen seperti dikutip dari Goal.


"Negara kecil selalu mampu jadi mayoritas padahal negara seperti Prancis, Jerman, Inggris, Spanyol, Portugal, Belanda dan banyak lainnya, yang membuat sepak bola bisa terkenal dalam lingkup global."

Dengan sistem dimana setiap negara memiliki kekuatan suara yang sama, maka Blatter memang tidak perlu bersusah-payah meyakinkan negara Eropa yang memang sudah bersebrangan dengan dirinya.

Pria asal Swiss itu cukup memastikan bahwa suara-suara yang mendukungnya dari 'negara kecil' tidak berpaling darinya.

"Sistem yang ada saat ini seperti racun dan kita harus terus lanjutkan protes ini," tutur van Oostveen.

"Kami sepertinya harus mengambil sebuah kertas kosong dan membuat organisasi FIFA baru. Saya tahu, di luar Eropa, di Amerika, Kanada, Australia, dan sejumlah negara Asia ada orang-orang yang berpikiran sama dengan kami," ucapnya menambahkan.

Protes terhadap terpilihnya kembali Blatter memang tidak serta-merta memadamkan semangat perlawanan. Para negara kontra-Blatter justru makin gigih dalam melengserkan Blatter.

Salah satu cara yang tercetus adalah dengan memboikot Piala Dunia 2018.

"Saya hanya bisa menegaskan bahwa pemboikotan baru bisa memiliki dampak ketika aksi ini diambil secara kolektif. Di situlah kita semua bisa memberikan sebuah penegasan," ujar van Oostveen.

"Ide tentang turnamen independen yang terpisah dari Piala Dunia juga menarik untuk dibicarakan." (ptr/ptr)