Meski demikian, Imam mengaku belum mengetahui soal keinginan dua otoritas sepak bola tersebut untuk datang menemui Jokowi. Imam bahkan nampak terkejut ketika mendapat pertanyaan itu dari CNN Indonesia. "Kapan (rencananya FIFA dan AFC bertemu Presiden Jokowi)?" tanya dia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin kami minta FIFA untuk bicara kepada pihak-pihak bermasalah, dan entah apapun itu, terkait sepak bola di Indonesia, karena adanya communication breakdown. Yang FIFA inginkan adalah bertemu Bapak Presiden Joko Widodo," kata Azwan saat dihubungi CNN Indonesia melalui sambungan telepon pada Jumat (5/6).
Imam menegaskan, jika nanti diberi kesempatan untuk membahas polemik yang terjadi bersama FIFA dan AFC, ia tak akan memperbolehkan pihak lain ikut campur, agar penjelasan dan kesimpulan dalam pertemuan tersebut obyektif.
"Baguslah. Didukung dong, biar duduk bersama. Biar mereka tahu. Tapi kami akan ngomong dengan FIFA dan AFC. Enggak boleh ada orang lain di situ. Biar obyektif. Seperti halnya dengan kami curiga kepada surat FIFA. Benar enggak? Redaksionalnya redaksi Jawa ini. Hehehe…," ujar dia.
(vws)