Menurut Jimmy, Komdis belum mengetahui keberadaan video kedua ketika Solikin mengklarifikasi bahwa uang yang ia setorkan tersebut adalah inisiatifnya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Video pertama kan hanya menggebu-gebu dengan men-judge katanya honor wasit sampai 10 juta. Mana ada honor wasit sampai 10 juta?" kata Jimmy di kantor PSSI.
Jimmy menyampaikan bahwa komunikasi terakhirnya dengan Solikin adalah saat Solikin pamit dan memutuskan untuk bergabung menjadi wasit di turnamen Piala Kemerdekaan yang digelar Tim Transisi dari Kemenpora.
"Ya saya katakan baik-baik itu pilihan dia. Manusia selalu ada pilihan kan? A atau B. Silahkan dipilih berikut dengan konsekuensinya, kan? Keuntungannya apa, kerugiannya apa," katanya.
Selain Jimmy, Komdis juga memanggil BS, seorang pengatur pertandingan yang juga tampil di video pertama, dan mantan kapten Persewangi, Febri Sofyandi. Namun keduanya tidak memenuhi undangan Komdis.
Solikin, menurut Ketua Komdis Ahmad Yulianto, tidak hadir lantaran tidak memiliki biaya ke Jakarta dari Surabaya. Mendatang, Ahmad akan mempertimbangkan faktor biaya yang menghambat pemanggilan Solikin tersebut.
"Kami akan coba panggil kembali Selasa (18/8) pukul dua siang beserta empat pemain PSS Sleman. JN menolak semua keterangan dari Solikin dan bersedia dikonfrontir, sayangnya Solikin tidak ada.
"Bila pernyataan Solikin tentang Jimmy salah, dia bisa saja dihukum dengan alasan pencemaran nama baik seseorang. Makanya kami ingin mendengar kesaksian Solikin secara langsung," ujarnya
(vws)