Tradisi 50 Tahun MU-Liverpool: Tak Saling Jual-Beli Pemain

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2015 10:44 WIB
Tradisi 50 Tahun MU-Liverpool: Tak Saling Jual-Beli Pemain Dibesarkan akademi Liverpool, Michael Owen dianggap membelot ketika pindah ke Manchester United. (Alex Livesey/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam soal rivalitas di sepak bola Inggris, sulit untuk mengalahkan intensitas persaingan antara Manchester United dan Liverpool.

Rivalitas tersebut terlihat bukan hanya ketika mereka saling berhadapan dengan para penggemar yang saling ejek atau bahkan dengan kata-kata paling pedas, tapi juga saat bursa transfer dibuka.

Faktanya, sudah lebih dari 50 tahun belum pernah ada pemain yang pindah secara langsung dari Liverpool ke Manchester United, begitupun sebaliknya. Terakhir kali hal itu terjadi adalah ketika Phil Chisnall pindah dari MU ke Liverpool pada April 1964 silam -- ketika kedua klub belum menguasai gelar Liga Inggris dan jejak-jejak perseteruan masih sangat minim.


Padahal 'embargo' seperti ini tidak terjadi pada klub-klub lainnya. Arsenal dengan mudah menjual Robin van Persie ke Manchester United, demikian pula ketika Juan Mata menyebrang dari Chelsea ke Manchester. Atau, lihat lah Carlos Tevez yang bisa menyebrang dari United ke Manchester City.

Tak ada pemain yang menyebrang dari Liverpool ke MU ini bukan disebabkan lantaran tidak ada ketertarikan dari pihak klub untuk merekrut lawan, namun karena ada semacam 'kode etik' bahwa mereka-mereka yang berani pindah akan dianggap sebagai musuh penggemar dan pengkhianat klub.

Pemain pertama yang pindah dari Liverpool ke Manchester United sendiri adalah Tom Charlton pada Agustus 1912 dengan biaya transfer yang tidak diketahui jumlahnya. Setahun kemudian, giliran pemain Manchester United yang pindah ke Liverpool, yakni Jackie Sheldon.

Terakhir adalah Chisnall. Sejak saat itu, pemain yang pindah dari Manchester United ke Liverpool atau sebaliknya, setidaknya telah bermain untuk klub lain terlebih dahulu.

Michael Owen, misalnya. Owen mengawali karier juniornya bersama Liverpool (1991-1996), lalu terjun ke profesional pada 1996-2004. Berbekal pengalaman 13 tahun di klub unggulan Inggris, peraih penghargaan Ballon d'Or pada 2001 itu kemudian pindah ke Real Madrid (2004-2005) dan Newcastle United (2005-2009).

Pencetak gol fenomenal ke gawang Argentina itu kemudian menjalin kontrak dua tahun dengan Manchester United pada Juli 2009 dalam suatu sistem kesepakatan pembayaran berdasarkan penampilan. Namun bersama The Red Devils Owen lebih sering dihampiri cedera dan tak pernah kembali ke penampilan puncaknya.

Peraih penghargaan Sepatu Emas Liga Primer tersebut kemudian mengakhiri kariernya di Stoke City (2012-2013).

Ada juga Paul Ince, mantan penyerang tim nasional Inggris yang bergabung dengan Setan Merah dari West Ham United pada 1989. Pemain terbaik Liga Primer pada Oktober 1994 itu berkiprah di Old Trafford hingga 1995.

Ince kemudian pindah ke Internazionale (1995-1997) dan barulah kemudian 'menyebrang' ke Liverpool (1997-1999). Ia bergabung dengan nilai yang dikabarkan lebih dari 4 juta poundsterling, sebuah jumlah yang kala itu mengejutkan melihat latar belakangnya yang pernah bermain untuk Manchester United.

Seiring berjalannya waktu, persaingan antar kedua klub Inggris tersebut sampai saat ini masih awet, meski dominasi keduanya di tanah Inggris mulai tergerus oleh munculnya kekuatan-kekuatan baru seperti Chelsea atau Manchester City.

Soal embargo menjual secara langsung ini pun tampaknya tidak akan berakhir dalam waktu dekat.



(vws)