Faktanya, sudah lebih dari 50 tahun belum pernah ada pemain yang pindah secara langsung dari Liverpool ke Manchester United, begitupun sebaliknya. Terakhir kali hal itu terjadi adalah ketika Phil Chisnall pindah dari MU ke Liverpool pada April 1964 silam -- ketika kedua klub belum menguasai gelar Liga Inggris dan jejak-jejak perseteruan masih sangat minim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada pemain yang menyebrang dari Liverpool ke MU ini bukan disebabkan lantaran tidak ada ketertarikan dari pihak klub untuk merekrut lawan, namun karena ada semacam 'kode etik' bahwa mereka-mereka yang berani pindah akan dianggap sebagai musuh penggemar dan pengkhianat klub.
Terakhir adalah Chisnall. Sejak saat itu, pemain yang pindah dari Manchester United ke Liverpool atau sebaliknya, setidaknya telah bermain untuk klub lain terlebih dahulu.
Michael Owen, misalnya. Owen mengawali karier juniornya bersama Liverpool (1991-1996), lalu terjun ke profesional pada 1996-2004. Berbekal pengalaman 13 tahun di klub unggulan Inggris, peraih penghargaan Ballon d'Or pada 2001 itu kemudian pindah ke Real Madrid (2004-2005) dan Newcastle United (2005-2009).
Pencetak gol fenomenal ke gawang Argentina itu kemudian menjalin kontrak dua tahun dengan Manchester United pada Juli 2009 dalam suatu sistem kesepakatan pembayaran berdasarkan penampilan. Namun bersama The Red Devils Owen lebih sering dihampiri cedera dan tak pernah kembali ke penampilan puncaknya.
Peraih penghargaan Sepatu Emas Liga Primer tersebut kemudian mengakhiri kariernya di Stoke City (2012-2013).
Ada juga Paul Ince, mantan penyerang tim nasional Inggris yang bergabung dengan Setan Merah dari West Ham United pada 1989. Pemain terbaik Liga Primer pada Oktober 1994 itu berkiprah di Old Trafford hingga 1995.
Ince kemudian pindah ke Internazionale (1995-1997) dan barulah kemudian 'menyebrang' ke Liverpool (1997-1999). Ia bergabung dengan nilai yang dikabarkan lebih dari 4 juta poundsterling, sebuah jumlah yang kala itu mengejutkan melihat latar belakangnya yang pernah bermain untuk Manchester United.
Seiring berjalannya waktu, persaingan antar kedua klub Inggris tersebut sampai saat ini masih awet, meski dominasi keduanya di tanah Inggris mulai tergerus oleh munculnya kekuatan-kekuatan baru seperti Chelsea atau Manchester City.
Soal embargo menjual secara langsung ini pun tampaknya tidak akan berakhir dalam waktu dekat.
(vws)