Honda Larang Marquez Bicara di Italia

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2015 08:54 WIB
Awal pekan ini Marc Marquez untuk kali pertama ke Italia sejak insiden tuduhan penganiayaan terhadap dua jurnalis televisi Italia di rumahnya. Marc Marquez menghadiri acara HRC di Italia bersama Dani Pedrosa. (REUTERS/Max Rossi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Repsol Honda melarang dua pebalapnya, Marc Marquez dan Dani Pedrosa, berbicara saat menghadiri acara di Milan, Italia, awal pekan ini. Hal itu dilakukan agar tidak memanaskan tensi hubungan Marquez dengan pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Tidak hanya memiliki masalah dengan Rossi di MotoGP 2015, Marquez juga sempat bersitegang dengan dua jurnalis Italia di rumahnya, Cervera, beberapa hari setelah insiden di MotoGP Malaysia, 25 Oktober lalu.

Marquez dan sejumlah anggota keluarganya diklaim menganiaya dua jurnalis asal Italia tersebut. Kedua pihak kemudian mengajukan kasus tersebut ke pengadilan.


Awal pekan ini Marquez untuk kali pertama ke Italia sejak insiden di Cervera untuk menghadiri cara bersama Honda Racing Corporation (HRC). Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, Marquez dan Pedrosa pun dilarang berbicara.

"Ya, tentu kami menyuruh keduanya (Marquez dan Pedrosa) untuk tidak berbicara. Situasinya, semua hal bisa terjadi, bahkan seseorang bisa meludahi Marquez," ujar Direktur Pelaksana Repsol Honda, Livio Suppo, kepada Gazzetta dello Sport.

Suppo mengakui telah melakukan kesalahan dengan terlambat mencegah kasus Rossi dan Marquez semakin meluas usai konferensi pers sebelum MotoGP Malaysia, ketika The Doctor menuduh Marquez sengaja membantu Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015.

Pria yang bergabung dengan HRC sejak 2010 itu berharap masalah Rossi dengan Marquez bisa segera berakhir. Suppo mengatakan, situasinya sudah sehat untuk ajang MotoGP.

"Saya tidak tahu apakah Rossi akan menjabat tangan Marquez, dan saya tidak tahu apakah Marquez bisa menerimanya. Saya hanya bisa katakan ini sudah melewati batas. Saya minta orang-orang untuk menggunakan kepalanya," tegas Suppo. (har/har)