Pada 3 Desember lalu, FIFA telah mengesahkan Komite Ad-Hoc Reformasi yang merupakan gabungan dari beberapa entitas terkait sepak bola. Keberadaan Komite Ad-Hoc ini adalah hasil dari kunjungan perwakilan FIFA-AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) pada awal November lalu. Pemerintah melalui Kemenpora belum mengirimkan wakilnya untuk Komite tersebut dan pada hari yang sama dengan pengesahan Komite telah mengumumkan susunan Tim Kecil tersendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perhatian kami adalah komitmen FIFA untuk mereformasi diri sendiri maupun anggota-anggotanya. Komitmen itu yang harus kami dorong."
Penangkapan yang dilakukan atas permintaan Kejaksaan Agung Amerika Serikat ini dilakukan hanya dua jam sebelum FIFA mengadakan rapat di markas besar mereka tentang penanganan skandal dan paket-paket agenda reformasi.
Beberapa jam setelahnya, Kejaksaan Agung AS mengumumkan bahwa mereka mendakwa 16 petinggi FIFA lainnya atas tuduhan suap.
(vws)