Keduanya dihukum karena pembayaran senilai 2 juta Swiss franc (1,35 juta poundsterling) pada 2011. Komite Etik FIFA menganggap pembayaran itu adalah hasil korupsi, namun Blatter mengklaim uang itu merupakan bayaran bagi pekerjaan Platini sebagai konsultan FIFA kurun waktu 1998 dan 2002.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, dengan adanya sanksi delapan tahun, maka Platini dipastikan tidak bisa mengikuti pemilihan dua bulan mendatang. Tidak hanya itu, hukuman delapan tahun juga hampir pasti mengubur ambisi pria 60 tahun itu menjadi presiden FIFA.
Peluang mantan kapten timnas Perancis itu untuk mengikuti pemilihan presiden FIFA memang masih terbuka setelah hukuman delapan tahun berakhir. Namun, saat hukuman tersebut selesai, Platini sudah akan berusia 68.
Bukan hanya usia yang sudah tua, Platini juga dipastikan sulit untuk mendapat kepercayaan dari publik sepak bola dunia. Reputasi presiden UEFA itu akibat hukuman delapan tahun ini dipastikan rusak. Padahal sebelum kasus pembayaran 2 juta Swiss franc muncul, Platini merupakan kandidat terkuat pengganti Blatter.
Tidak hanya kehilangan kesempatan menjadi presiden FIFA, Blatter juga dipastikan akan dicopot dari jabatannya sebagai presiden UEFA.