Rabu (10/2) sore tadi, Agum berkunjung ke kantor Menpora RI, Imam Nahrawi, untuk melaporkan kepada pemerintah mengenai perkembangan Komite Reformasi. Dua poin utama yang Agum sampaikan adalah tentang sudah dekatnya Kongres FIFA dan pentingnya untuk bersama-sama memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agum mengatakan, Komite Reformasi sudah menyusun program reformasi sepak bola Indonesia. Substansi yang ada dalam program tersebut, katanya, sudah diuraikan dengan baik dan nantinya akan dikomunikasikan juga dengan pemerintah.
"Kalaupun jadi alat, ini merupakan alat untuk semuanya, 'alat' untuk reformasi tata kelola sepak bola Indonesia. Saya lihat sejauh ini sikap pemerintah sangat positif dari kacamata kami (Komite Reformasi). Ada spirit dan tekad yang sama," ucap Agum.
Berangkat ke Kuala Lumpur
Agum juga menerangkan, dirinya akan pergi ke Kuala Lumpur pada 16 Februari mendatang untuk bertemu dengan Presiden AFC, Salman Bin Ibrahim, serta Exco FIFA yang berada di Asia. Tujuannya untuk melaporkan segala perkembangan dari Komite Ad-hoc tersebut.
Namun sebelum itu, Agum berharap dapat bertemu dengan pemerintah terlebih dahulu bersama dengan Komite Ad-Hoc Reformasi.
"Tanggal 15 Februari kami juga akan mengundang pemerintah hadir di sini (kediamannya). Kalau tidak datang, tidak masalah, yang penting spiritnya sudah sama," ucap Agum. (bac)