Indikasi Infantino ini muncul terlebih setelah Argentina dan Uruguay telah memberikan sinyal untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama.
"Tema paling penting yang ada saat ini yaitu apakah Piala Dunia dapat dimainkan di satu negara saja, atau dapat dimainkan di lebih dari satu negara," ujar Infantino seperti dilansir FourFourTwo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Piala Dunia 2030 akan menjadi ulang tahun ke-100 kompetisi sepak bola dunia itu, menandakan satu abad telah berlalu sejak Uruguay menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1930 silam.
"2030 merupakan tahun yang sangat penting dan sejarah harus dihormati," ujar Infantino melanjutkan.
Infantino yang terpilih sebagai presiden baru FIFA menggantikan Sepp Blatter, saat ini berada di Paraguay untuk mengunjungi markas Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).
CONMEBOL yang merupakan salah satu pendukung Infantino di konfres FIFA, 26 Februari lalu, sejauh ini merupakan salah satu konfederasi yang paling sering tersangkut skandal korupsi.
Sejauh ini ada tiga presiden federasi negara dan sejumlah pejabat tinggi di 10 negara yang tergabung dalam CONMEBOL yang tersangkut kasus korupsi FIFA.
Dilansir Reuters, penyelidikan yang dilakukan Amerika Serikat menunjukkan ada sekitar US$200 juta yang dikucurkan dalam skandal korupsi yang terjadi di Amerika Latin. (vws)