Menpora Optimistis Proyek Hambalang Dilanjutkan

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Rabu, 04/05/2016 17:26 WIB
Menpora Optimistis Proyek Hambalang Dilanjutkan Presiden menegaskan proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah aset negara yang harus diselamatkan, proyek itu telah menghabiskan uang negara hingga mencapai Rp1,2 triliun. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi optimistis proyek pembangunan kompleks olahraga Hambalang bakal dilanjutkan. Itu setelah Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi tersebut pada pertengahan Maret lalu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga menegaskan keinginan untuk menyelamatkan aset negara. Apalagi proyek Hambalang ditaksir telah menghabiskan anggaran mencapai Rp1,2 triliun.

Menurut Imam, Presiden telah memerintahkan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M Basuki Hadimuljono untuk segera melakukan audit. Demikian pula Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan juga diminta untuk menyiapkan hasil perhitungan kerugian.

"Kemudian pembayarannya akan dibebankan kepada Kemenpora. Karenanya, pembangunan Hambalang akan dilanjutkan," kata Imam di Kantor Kemenpora, Rabu (4/5).


Jika proyek pembangunan Hambalang tidak berlanjut, Menpora berencana mengajukan opsi untuk mendirikan sekolah olahraga, pesantren, atau bahkan Lembaga Permasyarakatan. "Tapi saya kira itu masih ide saja."

Proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang dimulai pada era Menpora Andi Malarangeng dan mendapatkan alokasi dana APBN sebesar Rp 1,2 triliun.

Proyek yang direncanakan selesai selama tiga tahun itu kemudian mangkrak karena kasus korupsi yang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Walhasil, Andi Mallarangeng beserta jajarannya, termasuk Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dijebloskan ke penjara.

Diketahui total kerugian negara dari proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang mencapai Rp706 miliar. (jun)