Dengan jumlah hadiah 900 ribu dollar AS, atau setara Rp11,94 miliar, Indonesia Terbuka jadi turnamen super series dengan hadiah terbesar di dunia. Indonesia Terbuka unggul atas Australia Super Series (750 ribu dollar AS) serta Denmark Super Series dan China Super Series (700 ribu dollar AS).
Jumlah tersebut juga hanya berselisih 100 ribu dollar AS dari hadiah yang ditawarkan di BWF Final Super Series, turnamen yang hanya diikuti oleh delapan pebulutangkis terbaik di tiap nomor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun di samping itu tentunya kami juga berharap pemain Indonesia bisa jadi juara di turnamen edisi tahun ini," tutur Direktur BCA Armand Hartono.
"Untuk Indonesia Terbuka kali ini, andalan Indonesia untuk jadi juara ada di tiga nomor, yaitu ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran," kata Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan.
Selain nama-nama yang selama ini diandalkan seperti Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dan Praveen Jordan/Debby Susanto, Gita berharap barisan pemain muda juga bisa tampil menggigit di Indonesia Terbuka kali ini.
"Saat ini Indonesia memiliki sejumlah pemain muda yang diharapkan seperti Jonatan Christie, Ihsan Maulana, dan Anthony Ginting. Semoga mereka bisa menunjukkan kemampuan terbaik," tutur Gita.
Berbeda dengan tahun lalu, Indonesia Terbuka tahun ini akan memiliki durasi waktu tujuh hari.
"Tensi pertandingan jelang Olimpiade tentunya semakin memanas. Untuk mengantisipasi durasi waktu, maka penyelenggaraan tahun ini dilangsungkan selama tujuh hari," tutur Ketua Panitia Anton Subowo. (ptr)