Kekosongan dalam tubuh UEFA terjadi setelah presiden terpilih mereka, Michel Platini, tersangkut skandal korupsi akibat menerima pembayaran sebesar 2 juta Swiss Franc, yang disetujui oleh Presiden FIFA Sepp Blatter.
Platini yang sempat mendapatkan sanksi selama delapan tahun dari Komite Etik FIFA itu sebenarnya mendapatkan keringanan setelah Komite Arbitrase Olahraga (CAS) memutuskan untuk mengurangi durasi hukumannya menjadi empat tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagaimana yang telah disetujui dengan negara-negara anggota, saya akan mengundurkan diri dari posisi saya sebagai presiden UEFA agar dapat melanjutkan perjuangan saya sebelum otoritas Swiss dapat membuktikan integritas saya," tulis pernyataan Platini, Senin (9/5) lalu.
Dilansir ESPN, sejumlah kandidat yang telah mengutarakan minatnya untuk menjadi presiden UEFA baru meliputi wakil presiden otoritas sepak bola itu saat ini, Angel Maria Villar.
Villar diprediksi akan bersaing dengan Michael van Praag dan Aleksander Ceferin untuk menjadi pemimpin baru di otoritas sepak bola Eropa tersebut. (jun)