Sarana tersebut antara lain, transportasi massal Light Rail Transit (LRT), arena balap sepeda atau velodrome, serta renovasi wahana ketangkasan berkuda atau equestrian.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerangkan, semua proyek itu akan dibangun berstandar internasional. Proyek LRT, menurutnya, penting untuk mengatasi permasalahan transportasi di Jakarta saat perhelatan Asian Games.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Supaya ada lagu Indonesia raya melalui barak sepeda. Tidak mungkin dapat emas tapi beda kelas latihannya," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, di Velodrome pada peluncuran infrastruktur Asian Games, Jakarta, Rabu (22/6).
Infrastruktur ini ditargetkan selesai sebelum Agustus 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games yang ke-18.
"Lokasi velodrome sudah dibongkar, Pulomas sudah dikosongkan, jalur LRT sudah dikerjakan land clearing (traktor pengeruk)," kata Direktur Utama Jakpro Satya Haragandhi.
Pembangunan LRT yang pada tahap pertama diperkirakan menghabiskan dana Rp4,5 triliun pada tahap awal, akan memprioritaskan rute Kelapa Gading, Velodrome, dan Rawamangun. Proyek ini sudah melalui investigasi tanah dan relokasi utilitas.
Adapun pembangunan Velodrome, bekerjasama dengan kontraktor dari Inggris dan menelan dana sekitar US$40 juta. Sementara venue equestrian akan dibangun pada lahan seluas 34 hektare dengan anggaran sekitar Rp345 miliar. (bac)