Pria asal Australia yang kini berusia 30 tahun itu mengicaukan kegelian dirinya ketika jatuh lewat akun Twitter setelah sesi tes hari kedua di Austria berakhir.
Stoner sendiri tampil cukup baik dalam sesi tes hari kedua. Ia bisa memperbaiki waktu terbaik serta peringkatnya. Pada tes hari kedua, pria yang dua kali menjadi juara dunia itu memiliki catatan terbaik satu menit dan 23,865 detik. Itu adalah catatan terbaik ketiga pada tes hari kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejujurnya, tikungan sebelum [jatuh] adalah untuk pertama kali saya mencoba mendorong [pacuan gas] dalam bertahun-tahun ini. Saya bisa mencoba jalan dan mendapatkan putaran lap yang saya inginkan," kata Stoner seperti dikutip dari Crash. "Tak ada peluang untuk mengambil risiko. Saya hampir tak pernah memacu melebar, membiarkan sebuah kesalahan."
Stoner mengatakan awalnya, dengan menggunakan ban lunak setelah bertahun-tahun absen dirasakannya cukup baik. Ia pun merasa lebih mantap dalam melalap semua tikungan--sebelum akhirnya terjatuh.
"Pastinya saya mungkin sedikit lebih cepat, tetapi karena kami mencapai batas anda tak bisa lebih cepat ketika masuk ke tikungan. Pembatas itu tiba lebih awal karena anda telah mendapatkan lebih banyak cengkeraman," katanya mencoba menganalisis penyebab terjatuhnya.
Ia pun menduga penggunaan ban lunak, setelah dalam dua hari terakhir menggunakan ban keras telah membuat perubahan berat dari belakang ke depan. Dan, ternyata motor tak siap untuk itu saat dipacu.
"Saat masuk ke tikungan enam. Saya bahkan tak mendapatkan sudut yang maksimal. Ini mengecewakan, tetapi di saat yang sama cukup bagus; empat tahun tanpa melakukan kesalahan mendasar," ujar Stoner mencoba menanggapi santai.
Baca juga: Kumpulan Artikel Analisis Separuh Musim MotoGP 2016
(kid)
