Apa Selanjutnya untuk Rio Haryanto?

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Jumat, 12/08/2016 19:42 WIB
Apa Selanjutnya untuk Rio Haryanto? Rio Haryanto masih memiliki peluang kembali tampil di ajang F1. (Manor Grand Prix Racing Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karier Rio Haryanto di ajang Formula One (F1) 2016 berakhir setelah Manor Racing mengakhiri kontrak kerja sama, Rabu (10/8). Lalu, apa selanjutnya yang akan terjadi dalam karier Rio?

Manor mengambil keputusan untuk menjadikan pebalap asal Perancis, Esteban Ocon, sebagai pendamping Pascal Wehrlein di sisa musim F1 2016 setelah Rio gagal melunasi uang kontrak sebesar 7 juta euro.

Terakhir Manor menjadikan Rio sebagai pebalap cadangan di sisa musim ini. Pebalap 23 tahun itu akan kembali mendapat kesempatan tampil di F1 2016 jika Wehrlein atau Ocon berhalangan tampil. Lalu, apa selanjutnya yang akan terjadi dalam perjalanan karier Rio?


Dengan usia masih cukup muda, karier Rio di dunia balap mobil belumlah berakhir. Ada sejumlah opsi yang bisa dilakukan pebalap kelahiran Surakarta tersebut di masa depan.

Opsi pertama adalah menunggu kesempatan kembali tampil di F1. Peluang itu masih terbuka lebar untuk Rio. Peluang Rio untuk kembali tampil di F1, khususnya lewat status pay driver, masih besar.

Keputusan menerima tawaran status pebalap cadangan Manor merupakan keputusan yang tepat. Dengan begitu Rio masih berada di lingkaran F1.

Peluang Rio kembali mengendarai mobil F1 di sisa musim 2016 terbilang tipis, karena tidak akan ada tes resmi lainnya. Namun, dengan berada di lingkaran F1, Rio akan selalu tetap dalam pantauan tim-tim F1 lainnya dan bisa lebih leluasa melakukan manuver mencari tim baru.

Rio tinggal harus memiliki persiapan yang lebih matang, tidak seperti ketika menjadi pay driver Manor yang terkesan terburu-buru. Dengan persiapan matang, Rio bisa mendapatkan kepastian sponsor yang lebih baik di kesempatan berikutnya.

Rio sebenarnya memiliki paket yang cukup lengkap untuk menjadi pebalap F1. Selain memiliki wajah yang mudah 'dijual', penampilan Rio di atas sirkuit juga tidak buruk-buruk amat.

Setidaknya Rio mampu mengimbangi performa mantan rekan setimnya di Manor, Pascal Wehrlein, yang digadang-gadang akan menggantikan Lewis Hamilton di Mercedes dalam beberapa tahun ke depan.

Jika musim depan tidak mendapatkan kesempatan tampil di F1, Rio masih memiliki opsi tampil di ajang balap mobil lainnya, sambil menunggu kesempatan tampil di F1. Salah satu pilihan adalah kembali ke ajang GP2 Series.

F1 memang dianggap sebagai ajang balap mobil kasta tertinggi, tapi kembali tampil di GP2 Series bukan sesuatu hal yang tabu. Pebalap seperti Romain Grosjean (Haas) dan mantan pebalap Marussia Timo Glock, juga pernah turun kasta ke GP2 Series setelah tampil di F1.

Tampil di Renault Sport Series atau World Endurance Championship bisa jadi opsi lainnya bagi Rio. Ajang balap yang memungkinkan lainnya bagi Rio adalah Formula E meski persiapannya sangat mepet. Formula E akan kembali digelar Oktober 2016. (har)