Sauber Cari Pay-Driver, Peluang untuk Rio Haryanto

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Rabu, 28/09/2016 16:23 WIB
Sauber Cari Pay-Driver, Peluang untuk Rio Haryanto Rio Haryanto sedang berusaha menjaring sponsor untuk bisa tampil di F1 2017. (Manor Grand Prix Racing Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur pelaksana tim Sauber F1, Monisha Kaltenborn, memastikan pihaknya akan merekrut satu pay-driver untuk musim depan. Keputusan Sauber bisa menjadi pintu masuk bagi Rio Haryanto untuk kembali ke ajang Formula One (F1) musim depan.

Kontrak dua pebalap Sauber, Marcus Ericsson dan Felipe Nasr, akan berakhir musim ini. Kedua pebalap tersebut dikabarkan membawa sejumlah sponsor signifikan untuk Sauber musim ini, meski Nasr sempat membantah klaim dirinya adalah pay-driver.

Seperti dikutip dari Autosport, meski sudah mendapatkan suntikan dana dari investor pada musim panas lalu, Sauber dikatakan Kaltenborn akan menggunakan jasa pay-driver yang memiliki paket dana musim depan.


"Pay-driver akan membantu kami meraih target lebih cepat dan menjadi bantuan besar untuk rencana kami. Kami harus mempertimbangkan lingkungan F1 di luar sana sudah seperti ini," ujar Kaltenborn seperti dikutip dari Eurosport.

Sauber merupakan salah satu tim yang terpuruk di F1 musim ini. Hingga 15 seri yang sudah dijalani musim ini, baik Nasr dan Ericsson belum juga mampu meraih satu poin. Sauber kalah dari Manor Racing yang sudah meraih satu poin lewat Pascal Wehrlein.

"Kami yakin mobil kami akan lebih baik musim depan dan kami berharap mendapatkan sponsor lebih banyak. Di lingkungan F1 saat ini, semuanya tentang finansial," ucap Kaltenborn.

Keputusan Sauber memilih pay-driver musim depan bisa menjadi pintu masuk bagi Rio Haryanto untuk kembali ke ajang F1. Rio yang terdepak dari kursi utama Manor Racing di paruh musim ini, sedang berupaya mencari sponsor baru untuk musim depan.

Manajer Rio, Piers Hunnisett, beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya sudah mendapat sinyal positif dari sejumlah calon sponsor dari kawasan Asia.

"Ada dua opsi pebalap yang kami miliki saat ini, dan kami sedang mempertimbangkannya secara matang. Tidak ada batas waktu yang kami tentukan. Ketika kami siap, kami akan mengumumkannya. Lebih cepat, lebih baik, tapi kami tidak punya tekanan waktu," ujar Kaltenborn.

(kid)