Manajer Tanggapi Dingin Rumor Rio Haryanto ke Sauber

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Kamis, 29/09/2016 10:45 WIB
Manajer Tanggapi Dingin Rumor Rio Haryanto ke Sauber Rio Haryanto kini menjadi pebalap cadangan Manor Racing karena tak bisa memenuhi janji membawa dana sponsor. (Dok. Manor Grand Prix Racing Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Rio Haryanto, Piers Hunnisett, enggan berkomentar terlalu banyak mengenai peluang pebalap asal Indonesia itu untuk memperkuat tim Sauber di Formula One (F1) 2017.

Sauber lewat direktur pelaksana, Monisha Kaltenborn, memastikan pihaknya akan merekrut satu pay-driver untuk musim depan. Keputusan Sauber bisa menjadi pintu masuk bagi Rio Haryanto untuk kembali ke ajang F1 musim depan.

Menanggapi peluang tersebut, Hunnisett enggan memberikan banyak komentar. Hunnisett menganggap keputusan Sauber mencari pay-driver untuk musim depan bukanlah sesuatu yang baru.


"Saya pikir musim ini mereka sudah memiliki dua pay-driver, Marcus Ericsson dan Felipe Nasr," ujar Hunnisett kepada CNNIndonesia.com.

Kontrak Ericsson dan Nasr bersama Sauber akan berakhir musim ini. Kedua pebalap tersebut dikabarkan membawa sejumlah sponsor signifikan untuk Sauber musim ini, meski Nasr sempat membantah klaim dirinya masuk Sauber dengan cara membayar.

Sauber dikabarkan telah mempersilakan Ericsson dan Nasr untuk mencari tim baru. Tapi, Hunnisett yakin hanya Nasr yang akan dilepas Sauber.

"Saya sangat yakin Sauber akan mempertahankan Ericsson musim depan," tegas pria asal Inggris tersebut.

Sauber merupakan salah satu tim yang terpuruk di F1 musim ini. Hingga 15 seri yang sudah dijalani musim ini, baik Nasr dan Ericsson belum juga mampu meraih poin.

Sebelumnya ibu Rio, Indah Pennywati, mengatakan meski Sauber bukan tim yang lebih baik dari Manor Racing, tim asal Swiss tetap bisa jadi opsi bagi anaknya.

"Itu bisa kami coba nanti. Kalau memang ada peluang, nanti kami coba. Akan tetapi umpamanya ada tim kosong, kami mesti punya uangnya dulu," ucap Indah.

Hunnisett sendiri sebelumnya mengatakan pihaknya sudah mampu menjaring sejumlah calon sponsor dari Asia. Tapi, hingga kini belum ada yang konkret.

(vws)


BACA JUGA