Akhirnya, Uli dan Lidia, dua Newyorker—sebutan untuk warga di New York City—itu pun mencetuskan sebuah gran fondo dengan nama Gran Fondo New York. Konsep GranFondo yang sebelumnya kali pertama dilakukan di Italia pada 1970 silam itu pun berhasil digelar di New York, dan diberi nama GFNY pada 2011 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uli yang memiliki pengalaman selama 15 tahun dalam ajang Gran Fondo, ikut berpartisipasi dalam rute 80 kilo meter pelaksanaan GFNY Indonesia—yang merupakan ajang pertama di Asia.
“Ya sangat menyenangkan. Panoramanya luar biasa, bisa bertemu warga yang beraneka di jalan, budayanya juga,” kata Lidia di depan garis finis GFNY Indonesia kepada CNNIndonesia.com.
Saat ditanyai soal rute, Lidia mengaku kaget dengan rute GFNY Indonesia yang ia lalui. Meski begitu, Lidia pun merasa tertantang dan menikmati.
“Ya, pendakiannya. Selain panas [cuaca], pendakiannya sangat ekstrem,” kata dia. “Yang paling ekstrem…pendakiannya. Ini yang terekstrem yang pernah saya lalui,” katanya.
Total, berdasarkan perhitungan panitia di meja registrasi, dalam ajang GFNY Indonesia diikuti 600 orang baik dari dalam maupun luar negeri. Dari jumlah tersebut, terbagi kembali menjadi dua penjelajah rute yakni pada rute 80 km terdapat sekitar 200 orang, dan 400 orang di kelas 180 km. Untuk peserta lokal ada sekitar 400 orang, dan sisanya dari Mancanegara.
(vws)