Wiranto pernah memimpin federasi karate (FORKI) pada 1997-2001. Pria yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu juga pernah menjabat ketua Persatuan Taekwondo Indonesia, dan Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI).
Wiranto terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional PBSI, Senin (31/10), setelah pesaingnya, Gita Wirjawan, mengundurkan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Wiranto, menjadi pengurus PBSI merupakan pekerjaan organisasi, sehingga tanpa organisasi yang solid tidak mungkin keinginan itu akan terjadi.
"Saya sungguh bangga dan bahagia ketika pemilihan ini dalam kondisi yang sangat elok. Saya sangat menyadari ini modal yang kuat dalam orientasi kami mencapai sasaran."
Terkait jabatan menteri yang juga menyita waktunya, Wiranto mengaku tidak bisa terburu-buru melakukan sesuatu yang sempurna.
"Setelah ini ada pembentukan tim formatur, pengurus yang baru dengan tim yang solid. Kinerja itu menghasilkan strategi yang jitu. Kalau saya mengungkapkannya sekarang bisa ngawur," kata Wiranto.
"Ini tugas manajerial. Kalau saya merangkap sebagai penjaga malam, tentu saya harus tinggalkan. Tapi ini tugas manajerial dan saya kira itu bisa terlaksana." (vws)