Namun, Doddy menegaskan, dalam kegiatan karnaval sosialisasi Asian Games di enam kota pada Desember 2015, tidak sepeser pun ia menikmati uang anggaran seperti yang dialamatkan kepadanya.
"Saya tidak perlu janji digantung di Monas. Kalau itu (korupsi) saya lakukan, kutuk saya, laknatilah saya. Tidak sepeser pun saya menikmati uang itu," tutur Doddy dalam konferensi pers di Kantor KOI, Senayan, Kamis (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasilnya, baru saya bayar sesuai nilai kontrak yang dikurangi hasil review Kemenpora Rp4,3 miliar langsung saya setorkan ke negara,"
Dari Rp5,3 miliar dana yang dituduhkan dikorupsi Doddy, ia menyebut kerugian negara itu berada di vendor dari enam kota sosialisasi. Namun, diungkapkannya, saat ini kerugian negara tinggal Rp2,6 miliar.
Pasalnya, beberapa vendor telah mengembalikan uang itu melalui kas negara setelah tiga kali surat somasi yang ia kirimkan kepada vendor-vendor tersebut.
"Dari enam vendor, tiga vendor sudah menyelesaikannya. Kerugian negara tinggal Rp2,6 miliar saat ini. Tiga vendor lain yang belum mengembalikan, yaitu Palembang sekitar Rp500 juta, Makassar Rp900 juta namun sudah dibayar Rp100 juta jadi tinggal Rp800 juta dan Surabaya Rp1,1 miliar," ucap Doddy. (ptr)