Dijelaskan Gatot yang baru saja dilantik sebagai Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga itu, sumber dana promosi Asian Games ada dua. Pertama, dari adalah biaya pemasaran (Marketing Fee) yang sudah dibayarkan Indonesia kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) sebesar US$10 juta, sementara yang kedua dari APBN yang sampai saat ini belum juga cair.
“Dana pemasaran itu juga akan kami minta kepada OCA. Seberapa jauh uang itu bisa digunakan untuk keperluan pemasaran,” kata Gatot kepada media, Jumat (24/2).
Selain itu, ia menjelaskan, tim pemasaran belum bisa bergerak sehingga sosialisasi Asian Games juga belum bisa terlihat sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kami belum bisa bergerak karena anggaran untuk INASGOC belum cair. Kami akui, itu juga berpengaruh,” ucap Gatot.
“Satu poin yang juga saya ingatkan ke Pengprov DKI Jakarta, nanti 18 agustus 2017 akan ada hitung mundur satu tahun jelang Asian Games dan akan ada acara besar-besaran. Kami berharap sebelum itu dimulai sudah dikondisikan sosialisasi yang lebih bagus untuk itu,” jelasnya.
Lihat juga:Tambahan Dana INASGOC Cair Agustus |
Tersendatnya penerbitan Perpres dan pengesahan Satker itu juga berdampak pada minimnya sponsor. Gatot mengungkapkan, sponsor sebenarnya sudah siap-siap untuk masuk ke INASGOC, tapi tidak bisa bergerak kalau belum ada modal pendamping
“Jadi jangan sampai bergerak tapi alokasinya kosong. Jika semua beres, sponsor akan datang dengan sendirinya,” tandasnya.
Lihat juga:Palembang Adu Investor untuk MotoGP 2018 |
(vws)