Dibisiki Pelatih dan Menpora, Liliyana Natsir Tunda Pensiun

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Kamis, 02/03/2017 21:01 WIB
Dibisiki Pelatih dan Menpora, Liliyana Natsir Tunda Pensiun Karena permintaan banyak orang,Liliyana Natsir menunda pensiun hingga setidaknya Asian Games 2018 nanti. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liliyana Natsir sempat berpikir gantung raket usai meraih medali emas bersama Tontowi Ahmad di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil. Usia yang kini 31 tahun jadi salah satu yang menjadi pemikirannya.

Namun niatan itu diurungkan lantaran banyak orang yang memintanya bertahan, mulai pelatih Richard Mainaky hingga Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Mereka menganggap Liliyana sanggup merebut prestasi tertinggi di Asian Games 2018 nanti.

"Kak Richard ngasih saran, dia berharap saya lanjut main. Mungkin dia melihat potensi dan peluang saya masih ada. Kecuali saya sudah tidak bisa mengimbangi permainan lawan," kata Liliyana.

Keyakinan Richard bahwa Liliyana masih sanggup mengayun raket juga dibuktikan dengan keberhasilan Liliyana meraih gelar juara di China dan Hongkong usai membawa pulang medali emas dari Brasil.


Setelah diskusi dengan Richard itulah Liliyana mengurungkan niat. Ia menunda sampai satu-dua tahun ke depan, atau sampai menyelesaikan tugas membawa Indonesia merebut emas di Asian Games di hadapan publik sendiri.

"Pelatih bilang: 'ngapain? Sayang berhenti di level kamu yang sudah tahu seperti apa. Tinggal kamu menyiapkannya sendiri bagaimana.' Itu jadi bahan pemikiran juga, jadi saya setahun-dua tahun akan lihat peta kekuatan. Saya bisa mengimbangi enggak?" ucap Liliyana menjelaskan.

Faktor lain yang menjadi pertimbangan Butet menunda pensiun adalah harapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ketika keduanya bercengkrama santai. Kata pebulutangkis 31 tahun itu, Menpora berharap saya masih main sampai Asian Games 2018 karena Indonesia jadi tuan rumah.

"Dari pelatih, keluarga dan Pak Imam juga sudah berbicara, berharap saya bisa main. Pak Imam itu berupa pertanyaan, 'sampai Asian Games, kan?' Kalau seperti itu kan berharap," ceritanya.

Butet sendiri tak menganggap batal pensiun jadi beban. Ia berusaha melihat beban dari sisi positif, yang berarti dirinya masih layak.

"Di setiap bidang, kalau kita di posisi diunggulkan, ditargetkan, pasti ada beban. Tapi, itu dibalik jadi motivasi. Kalau saya ditargetkan, saya akan buktikan," simpulnya. (vws/vws)


BACA JUGA